Mencicipi Kelezatan Bebek Goreng Taat Pak Udin Kartasura Sukoharjo

Pembeli sedang menikmati makan di Warung Bebek Taat Pak Udin, Kartasura, Sukoharjo, Sabtu (15/6 - 2019). (Solopos/Astrid Prihatini W.D.)
19 Juni 2019 18:06 WIB Astrid Prihatini Wisnu Dewi Sukoharjo Share :

Solopos.com,SUKOHARJO-Kawasan Slamet Riyadi, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, bisa dikata bak surga kuliner berbahan bebek. Hal ini karena ada banyak warung makan menyajikan aneka olahan berbahan bebek. Setiap warung atau restoran memiliki keistimewaan atau cita rasa khas untuk memikat konsumen.

Salah satunya Warung Bebek Goreng Taat Pak Udin. Warung yang beralamat di Pagelaran No. 65 RT 001/011, Kartasura, ini memiliki andalan harga ramah di kantong plus cita rasa tak kalah dengan warung bebek goreng yang sudah kondang. Didominasi warna biru, warung milik Achmad Burhanuddin ini menyajikan aneka olahan bebek dengan harga ramah di kantong.

Misalnya saja untuk menu bebek goreng paha/dada dijual dengan harga Rp15.000, bebek geprek/dada Rp17.000, dan bebek/ayam penyet Rp16.000. Sedangkan untuk minuman dijual dengan harga yang dijamin tidak bikin bokek misalnya es teh Rp2.500, es lemon tea Rp3.000 dan es jeruk Rp3.000.

Meski warung itu juga menyediakan olahan ayam dan lele, namun Achmad Burhanuddin yang akrab disapa Udin mengaku spesialisasinya adalah bebek. Berkisah tentang awal mula bisnis tersebut, Udin mengaku sejarah berdirinya warung tersebut cukup panjang. Awalnya, pria berusia 40 tahun ini hanyalah menjadi penyuplai bebek potong ke sejumlah warung bebek terkenal di Kartasura misalnya Bebek Pak Slamet dan Bebek Pak Ndut.

“Dari situ saya belajar bagaimana cara mengolah bebek,” jelasnya kepada Solopos, Sabtu (15/6/2019).

Meski sudah mengetahui cara mengolah bebek, namun Udin belum langsung mewujudkan impiannya memiliki warung makan dengan sajian bebek. Awalnya dia membuka warung hik yang modal awalnya berasal dari teman-temannya. Setelah 1 tahun mengelola warung wedangan, dia berhasil mengumpulkan laba bersih Rp10 juta. Dari situlah, Udin mewujudkan impian memiliki warung makan bebek goreng.

“Uang tersebut saya gunakan untuk membeli gerobak dan perlengkapan lain. Kali pertama merintis kuliner bebek pada 2015, saya jadi pedagang kaki lima [PKL] di Jl. Slamet Riyadi, Kartasura. Tapi menjadi PKL tidak enak, karena sering digusur-gusur sehingga harus berpindah-pindah tempat, akhirnya saya putuskan untuk buka warung di rumah sendiri pada 2016,” ucapnya.

Setahun pertama, dia bisa menambah satu karyawan. Sekarang, dia memiliki lima orang karyawan (dari luar) dan dua karyawan (dari kerabat sendiri). Dalam sehari warung tersebut mampu menghabiskan 40 ekor-45 ekor bebek dan 50 ekor ayam. Dalam sehari, Udin mampu meraup omzet Rp5 juta.

Menu favorit pengunjung di warung yang buka mulai pukul 10.00 WIB-22.00 WIB ini adalah ceker dan kepala bebek. Selain melayani makan di tempat (dine in), warung tersebut juga melayani pesan antar melalui aplikasi Gofood dan Grab Food.