Temuan HIV/AIDS di Sragen Bertambah 38 Kasus Dalam 2 Bulan

Ilustrasi HIV - AIDS. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
20 Juni 2019 23:15 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sragen menemukan 38 kasus baru HIV/AIDS selama dua bulan yakni April-Mei. Sementara jika dihitung sejak Januari-Mei, ditemukan ada 91 kasus baru HIV/AIDS.

Koordinator Pengelola Program KPA Sragen, Wahyudi, mengatakan sejak 2000 hingga akhir Mei 2019, total ada 1.097 temuan kasus HIV/AIDS di Sragen. Sebanyak 567 kasus di antaranya merupakan HIV, sementara 530 kasus sisanya AIDS.

Dalam kurun waktu 19 tahun itu, total terdapat 116 warga Sragen yang meninggal dunia karena AIDS. Pada 2019 ini, terdapat satu warga yang meninggal dunia karena penyakit mematikan itu.

Dari tahun ke tahun, jumlah temuan kasus HIV/AIDS di Bumi Sukowati terus meningkat. Pada 2016 terdapat 163 temuan kasus HIV/AIDS, 2017 terdapat 187 temuan, pada 2018 terdapat 227 temuan.

“Memang PR [pekerjaan rumah] kami ibarat membongkar fenomena gunung es. Sekarang yang dulunya tidak terlihat mulai tampak,” jelas Wahyudi kepada Solopos.com, Rabu (19/6/2019).

Wahyudi menjelaskan berdasar data yang dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes), estimasi jumlah temuan HIV/AIDS di Sragen pada 2012 sebesar 1.595 kasus. Namun, pada 2016, Kemenkes sudah merilis data baru temuan pengidap HIV/AIDS di Sragen mencapai sekitar 2.000 kasus.

Estimasi itu didapat berdasar hasil survei yang dilakukan Kemenkes yang diperbarui setiap lima tahun. Angka estimasi yang dirilis Kemenkes itu menjadi tolok ukur atau indikator untuk mengetahui tingkat keberhasilan program penanggulangan HIV/AIDS di masing-masing daerah.

Berdasar angka estimasi pada 2012, jumlah kasus HIV/AIDS yang ditemukan di Sragen baru 60%. Sementara berdasar angka estimasi pada 2016, jumlah kasus HIV/AIDS yang ditemukan di Sragen baru sekitar 50%.

"Jadi, walau sudah ada 1.097 temuan kasus HIV/AIDS di Sragen sejak 2000, itu baru 50% dari angka estimasi yang dirilis Kemenkes pada 2016,” papar Wahyudi.

Ditemui terpisah, Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengatakan penanggulangan HIV/AIDS harus dibarengi dengan komitmen kuat dan konsistensi dalam melaksanakan program. Kegiatan penanggulangan penyebaran virus mematikan tersebut diharapkan bisa dimaksimalkan di tempat-tempat yang disinyalir menjadi sarang menyebaran HIV/AIDS.

“Pasar Nglangon, Gunung Kemukus, dan lain-lain adalah tempat yang rentan ditemukan kasus penderita baru. Harus ada sesuatu yang baru. Pemahaman masyarakat di sekitar tempat-tempat itu harus bisa diubah supaya penularan HIV/AIDS bisa dicegah,” ucapnya.