Tak Mau Dirampok Lagi, Pengelola Gudang Distributor Unilever Sragen Lakukan Ini

Seorang karyawan berjalan di depan gudang CV Dian Pratama Sragen di Dukuh Rejoasri, Gebang, Masaran, Sragen, Selasa (18/6/2019). (Solopos - Tri Rahayu)
20 Juni 2019 06:00 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- CV Dian Pratama Sragen mengevaluasi sistem keamanan gudang seluas 560 meter persegi di Jalan Raya Solo-Sragen Km 8, Dukuh Rejoasri RT 001/RW 001, Gebang, Masaran, Sragen, yang dirampok pada Senin (17/6/2019) lalu.

Hal itu untuk menghindari kejadian serupa terulang kembali di gudang distributor produk Unilever Indonesia itu pada waktu mendatang. CV Dian Pratama Sragen memiliki dua gudang, yakni di wilayah Sine, Sragen Kota, dan di Gebang, Masaran.

Pada Senin dini hari, sembilan perampok menyatroni gudang tersebut, menyekap dua petugas satuan pengamanan (satpam), dan membawa kabur uang tunai senilai Rp250 juta. Supervisor lapangan CV Dian Pratama Sragen, Alif Anang Priyanto, mengaku sudah berkomunikasi dengan pimpinannya untuk mengevaluasi sistem keamanan gudang pascaperampokan Senin dini hari.

Alif mengakui sistem keamanan gudang kurang karena belum dilengkapi kamera closed circuit television (CCTV) dan pintu rangkap besi untuk kantor dan seterusnya. “Saat kejadian kebetulan tukang tambal ban di sebelah barat gudang tutup. Lampu penerangan jalan di depan gudang juga mati. Kami banyak mendapat masukan dari polisi untuk memperbaiki keamanan gudang,” ujarnya.

Alif baru ingat pada 2014-2015 lalu sempat terjadi pencurian juga di gudang ini tetapi dari arah belakang gudang. Tetapi pencuri berhasil dipergoki meskipun pencurinya kabur. Petugas keamanannya diperketat pada malam hari.

Alif menyampaikan saat siang hari ada satu petugas keamanan sedangkan pada malam hari ada dua petugas keamanan. Seorang petugas keamanan, Riyanto, 32, sempat mencurigai dua orang yang mengaku hendak kirim barang pada Minggu (16/6/2019) pukul 23.00 WIB.

Salah satu orang itu sempat bertanya tentang jalan menuju arah Jogja. Sedangkan yang satunya diam.

“Mereka membawa tronton. Kemudian mereka hanya titip surat barang kemudian mengaku hendak ke Semarang. Apa mungkin mereka bagian dari perampok itu. Soalnya pada pukul 02.30 WIB, perampok datang. Pengalaman sebelumnya ketika ada dua orang kirim barang juga ada yang kecurian. Biasanya kalau kirim barang hanya satu orang,” katanya.