Kerugian Korban Arisan Diduga Fiktif di Solo Bertambah Jadi Rp3 Miliar

Ilustrasi penipuan (Solopos/Whisnu Paksa)
21 Juni 2019 15:15 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Kerugian akibat kasus dugaan penipuan berkedok arisan dengan jumlah korban 50-an orang bertambah. Data terakhir menyebut total kerugian akibat arisan diduga fiktif itu mencapai Rp3 miliar.

Sebelumnya kerugian akibat dugaan penipuan ini hanya Rp2,1 miliar. Polresta Solo segera memeriksa para saksi untuk dapat mengungkap kasus itu.

Salah seorang korban dugaan penipuan berkedok arisan, AM, kepada Solopos.com, Jumat (21/6/2019), mengatakan saat ini tengah mengumpulkan para korban yang berasal dari luar Kota Solo. Hasilnya, tercatat 53 korban dari berbagai daerah.

“Jumlah korban [yang muncul] semakin hari semakin bertambah, begitu pula dengan total kerugian. Saat ini kami sedang menunggu jajaran Polresta Solo menindaklanjuti kasus ini,” ujarnya.

Kanit IV Satreskim Polresta Solo, Iptu Sudarmiyanto, mewakili Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Fadli, mengatakan pekan depan akan memanggil dan memeriksa para saksi. Pemeriksaan itu untuk mengetahui waktu, tempat, serta kerugian masing-masing orang yang mengadukan kasus itu Mapolresta Solo.

“Telah ada lima orang yang mengadukan dugaan tindak penipuan dan penggelapan uang ini. Lima orang ini kerugiannya berbeda-beda karena arisan yang diikuti juga nominalnya berbeda-beda,” ujarnya.

Sebelumnya, salah seorang korban, WL, mengungkapkan arisan yang diselenggarakan warga Sangkrah, Pasar Kliwon, Solo, berinisial TR, itu menggunakan sistem menurun. Nilai uang yang disetor setiap bulan berbeda-beda dan semakin lama semakin kecil sementara keuntungan yang dijanjikan semakin besar.

WL mengaku dirugikan Rp70 juta yang merupakan biaya pembayaran arisan Juni, Juli, dan Agustus. Tanggal pencairan uang berbeda-beda sesuai kesepakatan saat dimulainya arisan.

Ia mengakui saat pertama dibuka arisan berjalan tertib dan tepat waktu pembayaran. Namun, lama-lama pemenang arisan harus menagih uangnya hingga akhirnya teradu menghilang.