Tak Kunjung Kelar, Proyek Koridor Jensud Solo Ganggu Event Kota

Kepadatan arus lalu lintas di Jl. Jenderal Sudirman, Solo, Selasa (22/1/2019). (Solopos - Nicolous Irawan)
21 Juni 2019 23:15 WIB Ika Yuniati Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Proyek penataan koridor Jenderal Sudirman (Jensud) Solo yang terkesan lambat dan tak kunjung kelar tak hanya mengganggu pengguna jalan melainkan juga agenda Kota Solo.

Salah satu penikmat event seni di Kota Solo, M. Adi, merasakan susahnya jalan menuju Benteng Vastenburg saat pentas di sana. Ketika menonton opera Ramayana dalam agenda Bakdan Neng Sala 2019 misalnya, Adi harus mengantre panjang untuk masuk lokasi parkir.

Ia juga melihat beberapa penonton luar kota yang kebingungan mencari jalan masuk. Belum lagi Opera Kolosal dengan lakon Adeging Kutha Sala yang akhirnya dipindah ke halaman Balai Kota. Padahal biasanya diawali kirab dan pertunjukan di halaman Bank Indonesia.

Adi mengatakan sebenarnya sangat mendukung proyek pembangunan sebagai upaya pengembangan kota. Namun seharusnya pembangunan di jantung Kota Solo digarap serius sehingga bisa kelar lebih cepat.

Kepala Bidang Kesenian Sejarah dan Sastra Dinas Kebudayaan Solo Maretha Dinar Cahyono, Jumat (21/6/2019), mengatakan kirab budaya dengan venue di koridor Jensud digeser ke halaman balai kota. Misalnya opera perayaan hari jadi Kota Solo Adeging Kutha Sala pada Februari lalu.

“Kalau event [event Dinas Kebudayaan] tetap di Vastenburg. Kalau kirab sudah dikoordinasikan oleh masing-masing panitia dengan Dishub dan Polres untuk rekayasa lalu lintasnya. Tapi selama ini untuk kirab semua dialihkan ke Balai Kota,” terangnya.

Pegiat seni yang baru saja menggarap event pergelaran di Benteng Vastenburg, Monique Dian Ayu, mengatakan lambatnya pembangunan koridor Jensud disebutnya tidak terlalu berpengaruh pada jumlah penonton. Pengunjung yang datang dalam acara Bakdan Neng Solo 2019 misalnya, justru meningkat dibandingkan tahun lalu.

“Meningkat hampir 3000-an pengunjung. Kami juga getol promosi. Memasang baliho besar di empat penjuru masuk Kota Solo,” kata dia.

Kendati demikian, Monique menegaskan pelaksana pembangunan tak boleh acuh pada permasalahan tersebut. Lambatnya pengerjaan jalan membuat para pekerja event harus bekerja ekstra. Terutama soal manajemen waktu karena mereka sering terjebak macet padahal harus wira-wiri mengurusi banyak hal.

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, event kota yang segera digelar di kawasan Jensud adalah Kreasso, Semarak Singo Barong, Gamelan Festival, Festival Keroncong, dan Solo Batik Carnival.