Paham Radikal Diduga Masuk Sekolah, GP Ansor Sragen Minta Orang Tua Waspada

Ilustrasi Sekolah Dasar (Solopos - Whisnupaksa)
22 Juni 2019 04:00 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sragen menyampaikan seruan moral kepada para orang tua agar mewaspadai indikasi gerakan radikal yang diduga mulai masuk ke sekolah-sekolah di Bumi Sukowati.

GP Ansor mengendus indikasi sekolah-sekolah tertentu yang mengarah pada gerakan sentimen terhadap pemerintah dan kelompok masyarakat. Seruan moral disampaikan Ketua GP Ansor Sragen, Endro Supriyadi, dalam jumpa pers di Press Room kompleks Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, Rabu (19/6/2019).

Endro meminta para orang tua lebih selektif dalam memilih lembaga pendidikan bagi anak-anak mereka. Dia mengingatkan gerakan radikalisme yang masuk ranah pendidikan. “Jangan sampai tertipu perilaku anak didik yang terkesan lebih religius.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan [Disdikbud] Sragen diminta mengawasi lembaga pendidikan. Kita berharap ke depan ada wawasan kebangsaan di dunia pendidikan tanpa doktrin yang bisa memicu perpecahan. Virus radikalisme mulai masuk ke beberapa sekolah. Orang tua harus peka,” katanya.

Endro mengaku belum memiliki data sekolah yang dimaksud secara pasti. Beberapa waktu lalu, dia menemukan perbedaan paham keyakinan di Sragen.

Anggota Komisi IV DPRD Sragen, Fathurrohman, mengatakan bila indikasi yang disampaikan GP Ansor benar maka Disdikbud harus jeli dan segera mengecek. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu meminta Disdikbud mengawasi kegiatan ekstrakurikuler sekolah yang bermuatan agama.

“Guru ektrakurikuler mestinya melaporkan tentang materi ekstrakurikuler agama ke Disdikbud sebagai sarana pengawasannya,” tambah dia.