Ada Mobil Pribadi di Rumah Berstiker Miskin, Netizen: Kok Bisa Sih?

Petugas TKSK Tangen dan Perangkat Desa Dukuh mengunjungi keluarga bermobil tetapi masih mau ditempeli stiker bertuliskan Keluarga Miskin di Dusun/Desa Dukuh, Tangen, Sragen, Jumat (21/6 - 2019). (Solopos/Tri Rahayu)
24 Juni 2019 15:15 WIB Chelin Indra Sushmita Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN – Potret keluarga “kaya” yang rumahnya ditempeli stiker Keluarga Miskin muncul di Sragen, Jawa Tengah. Rumah yang berdiri kokoh lengkap dengan mobil pribadi terparkir di halaman jelas sangat kontras dengan stiker keluarga miskin tersebut.

Rumah keluarga terlihat kaya yang ditempeli stiker tersebut merupakan milik Sukanti. Lokasinya di Dusun Dukuh RT 003, Desa Dukuh, Kecamatan Tangen, Sragen. Rumah tersebut dicat putih dengan kusen jendela serta pintu yang dimilamin dengan warna cokelat muda.

Keberadaan rumah berstiker keluarga miskin milik Sukanti yang ternyata punya mobil tersebut menjadi topik perbincangan hangat di kalangan netizen Soloraya. Sejumlah warganet pengikut akun Instagram @jelajahsolo meramaikan capture berita Solopos.com tentang keberadaan rumah Sukanti yang diunggah Minggu (23/6/2019).

Netizen agaknya heran dengan kabar tak biasa itu. Sebagian netizen menilai kabar tentang rumah keluarga Sukanti harus diviralkan agar membuat mereka jera dan malu. Orang termasuk kategori miskin dan mendapat bantuan dari pemerintah justru hidup mewah dengan memiliki mobil pribadi.

Punya mobil, rumahnya mewah. Kok ya mau dibilang miskin, duh dek. Lah mobilku Honda Civic 86 gini masih ikut mertua terus kategorinya apa?” tanya @mantozu.

Malah malu atau bangga ya? Sebenarnya yang ditempeli stiker keluarga miskin itu dipilih berdasarkan kategori apa sih? Ngecek ke lapangan memang harusnya yang paling benar caranya,” imbuh @rhr24.

Banyak deh kayaknya yang hampir mirip seperti ini. Tolong dong dicek benar-benar miskin apa pura-pura miskin biar dijatah negara. Beneran saya enggak tahu tolok ukurnya gimana,” lanjut @indryprasetyowati.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, nama Sukanti tertulis sebagai nama kepala keluarga (KK) penerima bantuan pangan nontunai (BPNT) dalam stiker itu dengan empat orang anggota keluarga. Dia mengaku mendapat bantuan dari pemerintah sejak masih dalam wujud beras.

Sukanti merasa senang rumahnya ditempeli stiker keluarga miskin karena mendapat bantuan dari pemerintah. Namun, jika sewaktu-waktu bantuan itu dicabut, dia pun tidak keberatan. Dalam penuturannya, Sukanti menjelaskan suaminya bekerja sebagai peternak ayam potong.

Adapun mobil Toyota Rush yang terparkir di halaman rumahnya diakui Sukanti dibeli dari hasil pinjaman. Mobil tersebut dibeli sebagai sarana transportasi yang berkaitan dengan pembuatan blower untuk usaha ternak ayam.