2 Desa Di Ngemplak Boyolali Batal Gelar Ujian Cakades

ilustrasi pilkades, pemilihan kepala desa. (Solopos/Whisnu Paksa)
25 Juni 2019 13:15 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Dua desa di Kecamatan Ngemplak, Boyolali, yaitu Desa Sawahan dan Desa Manggung batal menyelenggarakan ujian bagi calon kepala desa (cakades) peserta Pilkades serentak, Senin (24/6/2019).

Sebelumnya, dua desa tersebut memiliki pendaftar cakades lebih dari lima orang sehingga harus menggelar ujian untuk menentukan lima cakades yang bakal bertarung pada Pilkades 29 Juni mendatang. Namun sebagian pendaftar ternyata tidak memenuhi persyaratan administrasi.

Camat Ngemplak, Erma Sri Windarti, mengatakan di Desa Manggung, hanya ada dua dari tujuh pendaftar cakades yang melengkapi berkas, sementara di Desa Sawahan hanya lima pendaftar dari total enam pendaftar yang melengkapi berkas.

Dengan demikian, meskipun pendaftaran cakades di atas lima orang, namun dalam seleksi administrasi sudah ada pendaftar yang gugur sehingga seleksi tertulis tidak perlu lagi diadakan.

“Ini sudah memenuhi kriteria tanpa seleksi tambahan dengan jumlah maksimal lima orang,” ujar Erma.

Erma tidak menyebut siapa saja pendaftar yang gugur tersebut. Sementara itu, salah satu pendaftar cakades Sawahan yang juga petahana, Poniman, menyebutkan salah satu pendaftar yaitu Sukiyo dinyatakan gugur dalam seleksi administrasi.

Kini hanya ada lima pendaftar cakades tersisa yakni Poniman, Agus Sunaryo, Edhi Prasetyo, Joko Sasono, dan Sunardi. Sementara pendaftar cakades Manggung yang juga petahana, Marsono, menyebutkan dua calon tersisa di desanya adalah dia dan penantang Nur Rohmah.

Ujian tulis penetapan cakades di sejumlah kecamatan di Boyolali terpantau aman dan lancar. Di aula kantor Kecamatan Nogosari misalnya, panitia menyelenggarakan satu ujian untuk cakades Pulutan.

Dalam ujian yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut delapan orang pendaftar cakades mengerjakan 100 soal pilihan ganda dengan empat subjek materi, meliputi bahasa Indonesia, Pancasila, matematika, dan pemerintahan desa.

Salah satu pendaftar cakades, Joko Susilo, optimistis mampu menjawab soal dengan benar hingga 75%. Jumlah ini nantinya akan diakumulasikan dengan kriteria teknis lain.

“Masih optimistis akan lolos,” kata Joko yang mengaku baru kali pertama maju menjadi cakades dengan modal pendidikan terakhir SMA itu.

Cakades yang lolos ujian tulis diumumkan di kantor desa setempat, Selasa (25/6/2019) pukul 08.00 WIB sementara pengundian nomor urut direncanakan pada sore harinya.

Di sisi lain, beberapa desa yang melakukan ujian cakades langsung mengeliminasi peserta yang gugur sore harinya. Di Desa Munggur, Kecamatan Andong, lima cakades ditetapkan dari sembilan orang yang mengikuti ujian, yakni Mulyadi, Jumiyatun, Mukaromah, Marno, dan Nur Salim.

“Urut-urutan itu juga sudah berdasarkan undiannya,” ujar Kasi Pemerintahan Kecamatan Andong, Agus Mulyono.