Serangan Kera Bikin Sewa Lahan di Ngargoyoso Karanganyar Turun

ilustrasi serangan kera, monyet. (Solopos/Dok)
25 Juni 2019 14:15 WIB Wahyu Prakoso Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, menjadi salah satu daerah yang kerap jadi sasaran serangan kera ekor panjang. Hal itu tak hanya merugikan petani yang tanamannya dihabisi tapi juga membuat harga sewa lahan di kawasan itu turun.

Kera ekor panjang biasanya menyerang secara bergerombol di lahan milik warga saat musim kemarau. Sekretaris Kecamatan Ngargoyoso, Heru Joko Sulistyono, menjelaskan sejak satu pekan terakhir, wilayah Ngargoyoso diganggu kelompok kera.

Dia memetakan wilayah yang rawan diganggu kera antara lain, Desa Ngargoyoso, Desa Girimulyo, Desa Kemuning, dan wilayah Desa Segorogunung.

Kepala Desa Ngargoyoso, Waluyo, menjelaskan menjelang musim panen, ratusan kera menyerbu lahan milik warga. Lahan yang diserbu kelompok kera ditanami ketela, jagung, dan sawi.

“Setiap musim panen pasti kera menganggu lahan petani. Kelompok kera mencari makan di lahan milik warga pada pagi dan sore hari. Untuk mengantisipasi serbuan kera petani biasanya berjaga di sekitar lahan untuk mengusir gangguan kera dengan menggunakan tongkat kayu dan batu,” katanya kepada Solopos.com, Senin (24/6/2019).

Waluyo menjelaskan para petani dirugikan oleh serbuan kera karena mengurangi hasil panen. Bahkan, harga sewa lahan turun karena banyaknya kera yang mengganggu lahan petani menjelang musim panen.

“Harga sewa tanah bengkok saya Rp12 juta per tahun tetapi baru saja ditawar hanya Rp10 juta per tahun karena serbuan kelompok kera,” katanya kepada Solopos.com.

Kapolsek Ngargoyoso, AKP Apin Sunu S, menjelaskan kelompok kera dari lereng Gunung Lawu turun ke lahan milik warga. Kelompok kera yang turun hanya menuju ke lahan milik warga dan tidak sampai ke permukiman.

“Kelompok kera turun mungkin karena kepanasan atau kelaparan. Kera banyak ditemukan di Desa Ngargoyoso,” katanya kepada Solopos.com melalui sambungan telepon.

Dia menjelaskan setiap kelompok kera berjumlah 10 hingga 20 ekor. Untuk mengantisipasi serangan kera semakin parah, Forkopimcam, sukarelawan, dan warga selalu bersiaga.

“Kami imbau warga tidak menyerang kera bahkan membunuhnya karena kera dilindungi,” katanya.