KPU Solo: Pilkada 2020 Tak Pakai PPK, PPS, & KPPS Pemilu 2019

ilustrasi pemilu. (Solopos/Whisnu Paksa)
26 Juni 2019 23:15 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo akan merekrut petugas penyelenggara pemilu untuk Pilkada Solo 2020. Dalam hal ini KPU tak menggunakan penyelenggara Pemilu 2019.

Petugas penyelenggara pemilu yang akan direkrut mulai dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Penjelasan tersebut disampaikan Ketua KPU Solo, Nurul Sutarti, saat diwawancarai Solopos.com melalui telepon, Rabu (26/6/2019).

“Petugas-petugas PPK, PPS, dan KPPS itu nanti rekrutmen lagi. Ada tahapan perekrutan, tidak pakai petugas Pemilu 2019,” ujar dia.

Jumlah petugas penyelenggara Pilkada Solo 2020 yang akan direkrut untuk PPK sebanyak lima orang per kecamatan, PPS tiga orang per kelurahan, dan KPPS tujuh orang per tempat pemungutan suara (TPS).

TPS Pilkada Solo direncanakan sebanyak 1.025 lokasi atau lebih sedikit dibandingkan TPS Pemilu 2019. Tapi menurut Nurul jumlah itu baru sebatas perencanaan dari KPU Solo.

Masih ada kemungkinan jumlah tersebut berubah menyesuaikan dengan jumlah dan karakteristik pemilih Pilkada Solo 2020. Penuturan senada disampaikan Komisioner KPU Solo, Kajad Pamuji, saat diwawancara Solopos.com, Rabu.

Menurut dia petugas PPK, PPS, dan KPPS Pilkada Solo 2020 tidak menggunakan petugas yang sama Pemilu 2019 karena tak ada tahapan Pilkada Solo yang beriringan dengan Pemilu 2019. Situasi berbeda saat Pilkada Jateng dengan Pemilu 2019.

“Pemilu 2019 menggunakan petugas yang sama dengan Pilkada Jateng atau masa tugasnya dilanjutkan karena tahapannya beriringan. Kalau sekarang kan tidak ada kegiatan yang beririsan. Jadi akan dilakukan rekrutmen ulang. Rekrutmen PPK dan PPS dimulai Januari 2020 dengan pencarian personel adhoc,” tutur dia.

Personel PPK dan PPS hasil perekrutan akan ditetapkan sekitar Maret 2020. Sementara untuk rekrutmen personel KPPS dilakukan sebulan sebelum waktu pemungutan suara Pilkada Solo 2020.

Masa tugas personel KPPS pendek sekitar satu bulan. Ihwal jumlah TPS diakui Kajad direncanakan sebanyak 1.025 lokasi.

Jumlah pemilih masing-masing TPS 400-500 orang. Jumlah itu dinilai cukup ideal menilik karakteristik pemilih dan geografis Solo.

“Kalau menurut undang-undang maksimal per TPS kan 800 orang. Jadi tak ada masalah. Tinggal nanti kami lihat kondisi geografis, topografis, dan psikologis pemilih,” urai dia.