Banana Garden Sukoharjo Tawarkan Konsep Bersantap di Tepian Bengawan Solo

Pengunjung menikmati suasana di Banana Garden di Dukuh Jatiteken, Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Senin (24/6 - 2019). (Solopos/Indah Septiyaning W.)
26 Juni 2019 11:00 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO=Suasana ceria langsung terlihat saat memasuki kawasan Resto Banana Garden yang berada di pinggir Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Dukuh Jatiteken, Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Senin (24/6/2019). Warna-warni cat di seluruh penjuru memunculkan kesan ceria itu.

Restoran di pinggir Sungai Bengawan Solo itu bernama Banana Garden, sukses menuai perhatian pengunjung untuk sekedar berswafoto. Sebelum menjadi sebuah resto berwarna-warni, kawasan tersebut merupakan perkebunan pisang dan kumuh. Namun kemudian disulap menjadi resto nan ciamik.

Penampilan restoran yang Instagramable membuat Banana Gander kini viral. Pengunjung yang datang tak hanya berasal dari Kabupaten Sukoharjo, tapi dari berbagai daerah lain di Soloraya bahkan wilayah Yogyakarta dan Semarang.

Tidak hanya deburan aliran sungai Bengawan Solo, pengunjung juga bisa menikmati semilir angin yang berembus saat bersantap di restoran tersebut. "Di sini dulu hanya kebun pisang. Kemudian ditata menjadi taman di pinggir Sungai Bengawan Solo. Dari itulah warga berdatangan ke taman," kata Manager Resto Banana Garden, Widhiarti, kepada Solopos, Senin (24/6/2019).

Banana Garden dibangun di lahan seluas 1,5 hektare berstatus hak milik (HM) perseorangan. Proses pembangunan Banana Garden mulai digarap sejak 2015 lalu secara bertahap dan kini menjadi resto dengan menawarkan konsep makan di pinggir Sungai Bengawan Solo. "Kami buat gazebo-gazebo. Selain itu kami lengkapi dengan kebun binatang mini ada ayam, burung, dan lainnya," katanya.

Tak hanya kebun binatang mini, pemilik juga menambah beberapa wahana permainan di kawasan itu misalnya ayunan, perosotan, dan lainnya yang memanjakan pengunjung. Selain itu juga terdapat kolam renang bagi anak-anak. Hanya dengan membayar Rp10.000 per orang, pengunjung bisa menikmati kolam renang tersebut.

"Kami juga menyediakan tempat semacam aula komplit karoeke yang bisa digunakan untuk acara makan dengan jumlah orang banyak," katanya.
Harga makanan dan minuman yang ditawarkan pun relatif terjangkau bagi pengunjung yaitu berkisar Rp15.000-Rp20.000-an per porsi. Menu makanan variatif seperti ayam goreng, ayam bakar, jamur goreng dan lainnya.

Selain resto, pemilik tengah mengembangkan bisnisnya dengan melengkapi penginapan di resto tersebut. Pemilik akan membangun hotel di lokasi ini.

"Proses pembangunannya sudah berjalan 75 persen. Nanti kamar-kamar dibangun seperti cottage dengan menghadap Sungai Bengawan Solo," katanya.
Konsep pembangunan hotel dan resto di tepi Sungai Bengawan Solo dikerjakan selain untuk menyulap kawasan kumuh menjadi bernilai sekaligus menyosialisasikan kepada pengunjung untuk peduli terhadap sungai.

Salah satunya menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah ke sungai. Ihwal ancaman bencana banjir yang kerap melanda saat musim penghujan, dia mengatakan pembangunan hotel dan resto sudah diantisipasi dengan konsep bangunan tinggi. Artinya jika terjadi banjir bisa diminimalkan masuk ke dalam ruangan.

Salah satu pengunjung Larasati Reyma mengaku terpesona dengan konsep Banana Garden yang mengusung warna-warni cat di setiap bangunannya. "Sangat bagus dan suasananya enak bisa makan di pinggir Sungai Bengawan Solo. Spot foto juga banyak," katanya.