Cukup Rp5.000 Bisa Foto Sepuasnya di Taman Bunga Celosia Sangiran Sragen, Mau?

Kebun Bunga Celosia Sangiran di Dusun/Desa Krikilan, Kalijambe, Sragen. (Solopos - Moh. Khodiq Duhri)
26 Juni 2019 10:00 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Pengunjung Kebun Bunga Celosia Sangiran datang silih berganti. Taman bunga di Dusun/Desa Krikilan, Kalijambe, Sragen, ini belakangan menjadi daya tarik wisatawan dari Kalijambe, Gemolong, Plupuh, Simo, Kalioso, dan lain-lain.

Hal ini terjadi setelah bunga-bunga di areal persawahan ini tumbuh mekar dalam beberapa hari terakhir. Tiket masuk kebun bunga ini cukup terjangkau. Cukup dengan merogoh kocek Rp5.000, pengunjung bisa masuk ke kebun bunga ini dan berfoto sepuasnya.

Beragam bunga yang ditanam di kebun ini antara lain celosia, matahari, seribu bintang, dan lain-lain. Ada pula jenis tanaman kenop dan iler yang dikategorikan tanaman obat.

taman celosia sragen

Salah satu sudut Kebun Bunga Celosia Sangiran di Dusun/Desa Krikilan, Kalijambe, Sragen. (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)

Semua tanaman itu ditanam di undukan tanah berlapis mulsa. Penggunaan mulsa dari bahan plastik itu bertujuan melindungi permukaan tanah dari erosi, menjaga kelembapan struktur tanah dan yang tak kalah penting menghambat pertumbuhan gulma.

Meski lahan di sekitar tanaman itu tampak kering hingga berongga, tanaman itu tetap tumbuh subur karena kadar air pada tanah yang tertutup mulsa itu tetap terjaga.

Aneka tamanan dengan bunga warna-warni itu disusun sedemikian rupa menyerupai crop circle. Pada bagian tengah dari kebun bunga ini terdapat tiga kincir angin berukuran mini.

Untuk bisa mencapai bagian tengah, pengunjung terlebih dulu harus meniti jalan setapak yang di bagian atasnya berhias belasan payung yang disusun memanjang. Susunan payung dan kincir angin yang berada di tengah taman itu biasa dijadikan spot selfie oleh pengunjung.

Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa berfoto di spot lain yang tak kalah menarik seperti susunan batang bambu yang dipadu kukusan, bale-bale di tengah lingkaran bunga, karangan bunga berbentuk love, dan lain-lain.

taman celosia sragen

Pengunjung berjalan-jalan di Kebun Bunga Celosia Sangiran di Dusun/Desa Krikilan, Kalijambe, Sragen. (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)

“Ini kali pertama saya datang ke sini. Sebelumnya hanya melihat di media sosial. Karena banyak di-posting teman-teman saya, saya jadi penasaran. Sekarang rasa penasaran itu sudah terobati. Ternyata memang benar-benar indah. Ini kesempatan bagi saya untuk berfoto selfie sepuasnya,” papar Ferlina, 20, pengunjung asal Gemolong kala berbincang dengan Solopos.com di lokasi, Senin (24/6/2019).

Kebun bunga seluas sekitar 4.000 meter persegi ini dirintis Supriyanto, 33, pemuda asal Simo, Boyolali, sejak Januari 2019 lalu. Kebun bunga ini diresmikan akhir April lalu.

Selama Ramadan, kebun bunga ini menjadi andalan kalangan muda-mudi yang ingin ngabuburit. Pada hari-hari biasa, pengunjung kebun bunga itu rata-rata bisa mencapai sekitar 200 orang.

Puncak kedatangan pengunjung terjadi setelah Ramadan. Sejak H+1 hingga H+4 Lebaran, jumlah pengunjung kebun bunga ini rata-rata mencapai sekitar 600 orang/hari. Kepadatan pengunjung biasa terlihat pada sore hari.

taman celosia sragen

Pengunjung menikmati keindahan Kebun Bunga Celosia Sangiran di Dusun/Desa Krikilan, Kalijambe, Sragen. (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)

Supriyanto yang pernah terlibat dalam pembuatan kebun bunga matahari di kawasan Simo itu sengaja menyewa lahan tegalan di Desa Krikilan untuk dikembangkan menjadi kebun bunga. Dia rela mengeluarkan biaya puluhan juta rupiah untuk mewujudkan kebun bunga ini.

“Ini adalah lahan yang kurang produktif. Dalam setahun tanah ini hanya bisa sekali ditanami padi yakni saat musim hujan. Sebenarnya bisa dua kali tanam padi, tapi pada musim tanam kedua peluangnya 50:50. Jadi, bisa panen tapi juga bisa gagal panen karena kalau musim kemarau lahannya sangat kering. Sekarang lahan kering ini sudah diubah jadi lahan produktif, tapi dikemas dalam bentuk objek wisata,” ucap Supriyanto.