3 Rumah di Sragen Terbakar, Kerugian Capai Rp100 Juta

Sejumlah personel BPBD dibantu sukarelawan kemanusiaan lainnya dan tim pemadam kebakaran Satpol PP Sragen berusaha memadamkan sisa api di rumah Yadi, 67, di Dukuh Jetis RT 008, Jambangan, Mondokan, Sragen, Senin (1 - 7) dinihari. (Istimewa/BPBD Sragen)
01 Juli 2019 11:30 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Tiga rumah milik Yadi, 67, warga Dukuh Jetis RT 008 Desa Jambangan, Kecamatan Mondokan, Sragen, hangus dilalap api, Minggu (30/6/2019) pukul 22.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu oleh percikan api diang atau perapian yang dinyalakan pemilik rumah di dekat kandang ternak. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu tetapi kerugian material diperkirakan mencapai Rp100 juta.

Peristiwa nahas itu dilaporkan Bayan Titip, Jambangan, kepada Pemerintah Desa Jambangan pada Senin (1/7/2019). Sekretaris Desa Jambangan, Mondokan, Sragen, Wasis Yulianto, saat dihubungi Solopos.com, Senin, menyampaikan peristiwa kebakaran tersebut bermula saat Yadi menyalakan diang di dekat kandang untuk mengusir nyamuk. Api diang diduga belum padam tetapi sudah ditinggal tidur.

“Api dari diang itu mungkin karena kena angin kemudian percikannya mengenai tumpukan jerami pakan sapi. Kemudian api merembet ke dinding rumah yang terbuat dari papan kayu. Dari laporan Pak Bayan, seluruh rumahnya habis dan rata dengan tanah. Lokasi rumahnya agak jauh dari permukiman dan wilayah sulit air sehingga untuk pemadamannya agak kesulitan,” ujarnya.

Wasis menjelaskan pemilik rumah sempat menyelamatkan tiga ekor kambing dan dua ekor sapi. Warga pun, kata dia, sempat menghubungi pemadam kebakaran tetapi baru tiba di lokasi sekitar pukul 01.00 WIB. Kondisi rumah tinggal bara api.

“Untuk barang berharga yang terbakar belum tahu tetapi yang jelas kerugian total Rp100 juta. Ada tiga bangunan rumah yang terbakar, yakni rumah belakang (gandok), tengah, dan depan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Sugeng Priyono, menyampaikan kebakaran tersebut terjadi pada pukul 22.30 WIB tetapi baru dilaporkan pada pukul 00.30 WIB. Dia mengatakan api terkondisi pada pukul 02.00 WIB. Rumah itu sebenarnya dihuni tiga orang, yakni Yadi bersama istrinya Muji, 60, sementara anaknya bekerja di Surabaya.

“Sumber apinya memang dari diang. Yadi mengalami luka bakar ringan di bagian dahi dan tangan kanan, sementara istrinya sempat dilarikan ke Puskesmas Mondokan karena pingsan. Rumah yang terbakar berukuran 11 x 23 meter. Itu satu rumah utuh model Jawa. Barang yang terbakar perabot rumah tangga, uang Rp2 juta, surat berharga, dan perhiasan. Perhitungan kami kerugian Rp200 juta,” kata Sugeng.

Untuk sementara, kata dia, korban mengungsi ke rumah warga terdekat. Untuk pemadaman memang sulit karena sulitnya akses air. “Rumah itu terdiri dari tiga bangunan, Pawon, Gandok, bangunan induk,” ujarnya.