Ini Deretan Petahana Gagal di Pilkades Boyolali

Bupati Boyolali Seno Samodro memantau himpun data hasil pemilihan kepala desa (pilkades) di Kantor Dispermasdes Boyolali, Sabtu (29/6). (Solopos - Akhmad Ludiyanto)
01 Juli 2019 07:00 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI--Sejumlah kepala desa (Kades) di Boyolali periode 2013-2019 tumbang dalam pilkades serentak, Sabtu (29/6). Bahkan, sebagian dari mereka tergolong figur publik.

Calon kades yang tergolong petahana ini harus menelan kekalahan. Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, Minggu (30/6/2019), mereka antara lain calon kades petahana Potronayan, Kecamatan Nogosari, Sugeng, yang menjabat Ketua Asosiasi Perangkat Desa Indonesia (Apdesi) Boyolali, petahana calon kades Karangduren, Kecamatan Sawit, Haryanto, petahana calon kades Cepokosawit, di kecamatan yang sama, Slamet Raharjo, termasuk petahana di Kismoyoso, Ngemplak, Joko Margono.

Petahana Desa Sawahan, Poniman, juga harus menelan pil pahit kekalahan setelah perolehan suaranya lebih kecil dari salah satu penantangnya Agus Sunarno.

Petahana calon kades Kunti, Kecamatan Andong, Sudarto, juga bernasib sama. Dia sempat diancam akan dilaporkan ke aparat hukum karena diduga menjadi dalang penyertifikatan tanah kas desa menjadi sertifikat hak milik (SHM).

Menjelang akhir masa jabatannya kemarin, sejumlah masyarakat yang memprotes kebijakannya tersebut hingga menggelar demo di kantor desa.

Kini, di ajang pilkades serentak, dia harus kalah dari penantangnya Tawiyanto. Sudarto gagal mempertahankan jabatan kades. Dia hanya meraih 843 suara sedangkan penantangnya Tawiyanto meraup 989 suara.

Sebagian kades tersebut, baik yang kalah maupun yang menang belum dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Sedangkan petahana yang akan menduduki kembali di kursi kades antara lain mantan Kades Banyuanyar Kecamatan Ampel, Komarudin; mantan Kades Karanggeneng, Kecamatan Boyolali Kota, Suparji; mantan Kades Juwangi, Kecamatan Juwangi, Yagus Juhadi; mantan Kades Lampar, Kecamatan Musuk, Dwi Sugiyanto.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun Solopos.com,  di Desa Banyuanyar Komarudin meraih 1.500 suara, mengalahkan cakades Sri Harto yang mendapatkan 209 suara.

Unggul Telak

Di Desa Karanggeneng, Suparji membukukan 2.857 suara atau selisih hanya empat suara dengan cakades Margiyanto yang mendapatkan 2.853 suara. Sedangkan calon kades Tri Harjono mendapatkan 746 suara.

Di Desa Juwangi, Yagus Juhadi memperoleh 1.061 suara, menumbangkan pesaingnya, yakni Adi Mulyanta 719 suara, Marlina Dwi Astuti 329 suara, Dwi Sri Subekti 111 suara, dan Triyono 1.020.

Di Desa Lampar, Dwi Sugiyanto unggul telak dengan 1.703 suara, jauh meninggalkan pesaing yang kabarnya masih ada hubungan kerabat. Mereka adalah Sri Rahayu dengan 26 suara, Sari Saraswati 50 suara, Utik Sri Wahyuni 31 suara, dan Harsono 14 suara.