Api Hanguskan 7 Hektare Lahan Tebu di Gantiwarno Klaten

Lahan tebu di Desa Gentan, Gantiwarno, Klaten, terbakar, Selasa (2/7/2019). (Istimewa - Damkar Klaten)
02 Juli 2019 18:15 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Kobaran api menyapu lahan tebu seluas 7 hektare (ha) di Desa Gentan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, Selasa (2/7/2019). Total kerugian petani akibat peristiwa ini ditaksir mencapai Rp70 juta.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di lahan tebu Dukuh Gentan. Petugas unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Klaten mengerahkan dua mobil damkar untuk memadamkan api.

Salah satu petugas Damkar Klaten, Tri Hatmoko, mengatakan proses pemadaman berlangsung hampir empat jam mulai pukul 10.30 WIB hingga 14.00 WIB. Petugas Damkar dibantu warga sempat kesulitan memadamkan api lantaran arah angin yang berubah-ubah serta kondisi sinar matahari yang terik.

“Pemadaman kami lakukan mulai dari tepi yang penting tidak sampai merembet ke permukiman warga. Kami mau langsung menuju ke tengah lahan tetapi cukup berisiko dengan kondisi arah angin yang berubah dikhawatirkan petugas pemadaman justru terjebak api. Sekitar pukul 14.00 WIB api berhasil dipadamkan dan tidak sampai mengenai rumah warga,” kata Tri saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa.

Tri menjelaskan total luas lahan yang terbakar sekitar 7 ha dari total lahan tebu yang ditanami seluas 15 ha. Kebakaran itu terjadi diduga lantaran ada unsur kesengajaan.

“Di samping lahan itu kebetulan sudah ada tebu yang dipanen. Diduga sebelumnya ada yang membakar sisa tebu yang dipanen namun justru merembet ke lahan tebu lainnya yang belum dipanen,” jelas dia.

Tri mengatakan ada sekitar empat kebakaran lahan selama musim kemarau sejak awal Juni lalu. Salah satu penyebab kebakaran lahan terjadi akibat pembakaran sampah yang berdekatan dengan lahan.

“Pada musim kemarau seperti ini, kalau warga mau membakar sampah kami harapkan lebih berhati-hati. Jangan menumpuk sampah terlalu banyak kemudian dibakar. Lebih baik kalau memang harus dibakar, proses pembakarannya sedikit demi sedikit untuk meminimalkan api merembet ke mana-mana,” urai dia.

Kepal Desa Gentan, Sudiman, mengatakan lahan tebu yang terbakar merupakan lahan tanah kas Desa Jabung, Kecamatan Gantiwarno, yang dikelola warga di wilayah Jabung dan Gentan untuk bertanam tebu.

“Memang secara lokasi berada di Gentan. Namun, tanah tersebut merupakan tanah kas aset Desa Jabung,” kata Sudiman.

Dia menuturkan lahan tebu yang terbakar itu sudah siap panen. Akibat kebakaran tersebut, para petani diperkirakan rugi hingga puluhan juta rupiah. Jika kondisi normal, tebu yang dipanen bisa terjual hingga Rp25 juta/ha.

“Tebu yang terbakar masih bisa didapatkan hasilnya jika dipanen kurang dari 24 jam setelah kebakaran. Namun, harganya tentu anjlok karena rendemennya turun. Kalau diperkirakan untuk 7 ha lahan tebu terbakar ini kerugiannya mencapai Rp70 juta,” jelas Sudiman.