Solopos Hari Ini: Wali Kota Sebut Zonasi Rugikan Solo

Harian Umum Solopos edisi Rabu (3/7 - 2019).
03 Juli 2019 10:15 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO —Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mendesak Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menerbitkan diskresi terkait kekisruhan penerimaan peserta didik baru (PPDB) sistem zonasi di wilayahnya. Sistem zonasi dianggap merugikan warga Solo.

Rudy, sapaan akrabnya, mengeluhkan banyaknya anak Solo yang terlempar ke sekolah di luar zona yang lebih jauh. Padahal sistem itu seharusnya mendekatkan siswa ke sekolah sesuai domisili. Dia meminta gubernur berani menerbitkan diskresi atau membuat keputusan sendiri dalam menghadapi situasi tertentu.

Kabar mengenai tanggapan wali kota Solo terkait PPDB 2019 itu menjadi headline di Harian Umum Solopos edisi hari ini, Rabu (3/7/2019), Berita tersebut bisa disimak secara lengkap di E-Paper Solopos.

Selain itu, halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga menyajikan kabar mengenai CPNS 2019 yang akan dibuka pada Oktober mendatang. Sebanyak 100.000 lowongan CPNS akan dibuka pada Oktober 2019.

100.000 Lowongan CPNS Dibuka Oktober

Pemerintah akan membuka pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) sebanyak 100.000 posisi pada Oktober 2019. Posisi yang paling banyak dibutuhkan adalah tenaga kesehatan dan guru.

Pernyataan itu disampaikan oleh Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin seusai bertemu Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko di Gedung Bina Graha, Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/7/2019) pagi. Syafruddin mengatakan sistem pendaftaran CPNS akan dibuat sedinamis mungkin.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada ulasan mengenai bupati Karanganyar yang mendatangi warganya yang menolak imunisasi. Ada pula ulasan mengenai harga ayam yang mulai naik.

Bupati Datangi Warga Penolak Imunisasi

Bupati Karanganyar Juliyatmono mendatangi dan mendekati warga penolak imunisasi dan memberikan penjelasan ihwal urgensi imunisasi. Bersama bidan desa dan tim Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar ia mengunjungi rumah tiga warga Dukuh Tanen, RT 001 dan RT 004/RW 012, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Selasa (2/7/2019).

Di tiga rumah itu Bupati Juliyatmono menemui lima keluarga yang menolak imunisasi untuk anak-anak mereka. Bupati menanyai alasan mereka menolak imunisasi untuk anak-anak mereka dan membujuk mereka agar mengikuti program imunisasi.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Harga Ayam Hidup Naik, Peternak Berharap Bertahan Lama

Harga ayam hidup di tingkat peternak mulai mendekati ideal atau setara dengan harga pokok produksi, Selasa (2/7/2019). Kalangan peternak berharap kondisi tersebut bukan hanya sesaat.

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia Jawa Tengah, Parjuni, mengatakan sejak Selasa (2/7/2019) harga ayam hidup Rp18.500/kg hingga Rp19.000/kg. "[Harga] ini baru berlaku hari ini [Selasa kemarin]. Kemarin [Senin lalu] harganya Rp17.500/kg. Ini luar biasa. Kenapa bisa langsung naik? Kami juga heran," kata dia kepada wartawan, Selasa.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.