Gagal ke Senayan, Advokat Henry Indraguna Incar Kursi Wali Kota Solo

Caleg DPR dari Partai Perindo, Henry Indraguna (kedua dari kanan), serta sejumlah artis Ibukota berjoget di panggung hiburan saat digelar Sepeda Sehat di Desa Srebegan, Kecamatan Ceper, Klaten, Minggu (10/3/2019). (Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
03 Juli 2019 18:15 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Setelah gagal melenggang ke Senayan sebagai anggota DPR pada Pemilu 2019 lalu, advokat kondang K.R.A.T. Henry Indraguna kini berencana maju sebagai calon wali kota (cawali) Solo dalam Pilkada 2020.

Pengacara yang juga pengusaha autobridal tersebut belakangan kerap beredar di Solo, Sukoharjo, Klaten, dan Boyolali, karena maju sebagai calon anggota DPR RI dari Partai Perindo di Dapil V Jateng. Tapi Henry gagal melenggang ke Senayan.

“Iya [akan sebagai sebagai cawali Solo]. Saya ingin membuat Kota Solo menjadi kota metropolitan. Karena saya melihat Solo sudah sangat tertinggal jauh dari Jogja,” tulis dia saat dihubungi Solopos.com melalui aplikasi Whatsapp (WA), Rabu (3/7/2019) pagi.

Ketertinggalan Solo dari Jogja menurut dia mulai dari segi kebudayaan, tourism (pariwisata), investasi, lapangan pekerjaan, layanan kesehatan, dan pendidikan. “Saya memandang Solo sangat lambat kemajuannya. Dengan Jogja saja jauh tertinggal,” sambung dia.

Pria yang terkenal dengan jargonnya Kowe Meneh Kowe Meneh saat menjadi caleg itu juga menyoroti masih banyaknya warga Solo yang hidup di bawah garis kemiskinan. Dengan kondisi seperti itu Solo dinilai butuh pemimpin muda dari kalangan pengusaha.

Ide-ide kreatif pemimpin dibutuhkan untuk memajukan Solo lima tahun ke depan agar kesejahteraan rakyat meningkat. Henry berencana maju dalam bursa Wali Kota Solo pada Pilkada 2020 melalui partai politik berplatform nasionalis.

Dia mengaku sudah ada dua parpol yang potensial menjadi tunggangan dia menuju pesta demokrasi lima tahunan Kota Bengawan. “Pemimpin zaman sekarang jangan berpolitik ria saja. Kasihan rakyat jadi korban. Harus kreatif membangun,” urai dia.

Henry menyatakan ada beberapa program prioritas yang akan dia usung bila menjadi cawali Solo. Salah satunya membuka lapangan pekerjaan baru dengan mendatangkan investor dari luar negeri yang akan bekerja sama dengan pengusaha lokal.

Izin-izin usaha akan dipermudah selama punya dampak positif dalam penciptaan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Sektor ekonomi kreatif Solo juga akan dikembangkan dia dengan menciptakan pengusaha-pengusaha baru di bidang start up.

“Saya juga akan fokus di bidang kesehatan terutama layanan BPJS yang saya pandang belum berpihak kepada wong cilik. Bidang pendidikan demikian juga. Kualitasnya harus ditingkatkan, dan pembiayaan bagi yang tidak mampu,” jelas dia.

Henry juga berencana meningkatkan kesejahteraan para guru, pesantren menjadi fokus dalam pembenahan moral masyarakat, buruh mendapatkan hak mereka, dan memberantas praktik-praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di Solo.