Musim Haji 3 Hari Lagi, Begini Kesiapan Asrama Donohudan Boyolali

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menyapa calhaj kloter 1 daerah asal Tegal saat acara pelepasan calhaj di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Selasa (17/7 - 2018) dini hari. (Solopos/ M. Feri Setiawan)
03 Juli 2019 15:15 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Musim haji 2019 akan dimulai tiga hari lagi, jemaah calon haji kelompok terbang (kloter) pertama akan tiba di Asrama Haji Donohudan (AHD), Boyolali, Sabtu (6/7/2019).

Menyambut musim haji 2019, pengelola AHD melakukan sejumlah persiapan. Dapur yang pada tahun sebelumnya disoroti negatif lantaran banyak lalat, tahun ini menjadi salah satu fokus pembenahan.

Sebagai informasi, pada musim haji 2018 lalu, Wakil Ketua Komisi IX DPR yang juga politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Irgan Chairul Mahfiz, saat memimpin rombongan mengunjungi AHD menyoroti dapur AHD yang banyak lalat. Irgan menekankan kehigienisan makanan bagi para jemaah calon haji yang harus diperhatikan.

Merujuk evaluasi tahun sebelumnya, Kasi Promosi dan Pelayanan AHD, Joko Pujiyono, mengatakan sudah mengantisipasinya dengan menutup semua lubang yang dimungkinkan bisa menjadi jalan masuknya lalat.

“Dapur waktu pemeriksaan awal sudah baik, semua jendela kami beri tirai plastik,” ujar Joko ketika ditemui Solopos.com di ruangannya, Selasa (2/7/2019).

Pantauan di kawasan ruang dapur AHD, tirai plastik kini dibuat berlapis dua di bagian pintu masuk. Tujuannya, selain menghindari lalat dan tikus, juga untuk menjaga kehigienisan makanan.

Di samping itu, pengelola asrama juga telah memberi pintu permanen antara dapur dan gudang makanan di sisi belakang. Sebelumya kedua ruang itu hanya dibatasi dengan penyekat semi permanen.

Tak cuma itu, perbaikan fasilitas ruangan juga dilakukan di aula Gedung Muzdalifa dengan mengganti sebagian interior aula, yaitu eternit, cat, dan penambahan lampu. Di gedung Mekah dan Madinah yang akan menjadi kamar calhaj, sebagian tempat tidur diganti menjadi ranjang besi dari yang sebelumnya menggunakan dipan kayu.

Perbaikan fasilitas ini sejalan dengan peningkatan jumlah jemaah yang bakal datang secara berkala. Joko menyebutkan tahun ini, AHD akan menampung 4.861 jemaah yang dibagi dalam 97 kloter. Jumlah ini bertambah dua kloter dibanding tahun lalu.

Sementara itu, Kepala Unit Pengelolaan Asrama Haji Donohudan, Bambang Sumanto, mengatakan telah menjalin kerja sama dengan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLP) Jogja untuk menyediakan alat sterilisasi udara.

Alat sterilisasi yang menggunakan teknologi daily air purification (penyaringan udara harian) ini diharapkan mampu meminimalkan penyebaran virus yang dibawa jeemaah calon haji.

“Meski jemaah calon haji sudah dinyatakan sehat pengelola AHD tetap harus melakukan antisipasi,” ujar Bambang.

Sejumlah alat akan mulai didatangkan dua hari jelang penempatan kloter pertama. Alat yang bisa dipindah-pindahkan tersebut bakal terkonsentrasi untuk membersihkan kamar tidur dan dapur.