Proyek Revitalisasi Pasar Klewer Solo Timur Siap Dilelang

Pengguna jalan melintas di dekat area Pasar Klewer sisi timur, Solo, Jumat (21/6/2019). (Solopos - M. Ferri Setiawan)
04 Juli 2019 19:15 WIB Ika Yuniati Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Proyek revitalisasi Pasar Klewer Solo sisi Timur yang dibiayai pemerintah pusat siap dilelang. Hal itu menyusul telah selesainya telaah atas rencana proyek tersebut.

Hasil telaah itu juga sudah dilaporkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Selanjutnya, tinggal menunggu pengumuman di Balai Lelang Kementerian.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo Heru Sunardi mengungkapkan hal tersebut saat diwawancarai Solopos.com, Selasa (2/7/2019). Informasi tersebut dia peroleh saat diundang rapat di Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Kemarin rapat di Jakarta sudah dilaporkan ke Kementerian PUPR bahwa hasil telaah sudah selesai, tinggal tayang. Coba saya komunikasikan secara intens dengan satker [satuan kerja] provinsi,” kata dia.

Sebelumnya saat diwawancarai wartawan beberapa waktu lalu, Heru mengatakan sesuai jadwal, proses lelang dimulai awal Juli. Setelah itu maksimal pertengahan Agustus sudah bisa dilakukan pembangunan.

Kontraktor pemenang lelang dipersilahkan langsung memulai pembangunan mengingat lokasinya sudah dipersiapkan sejak lama. Proses perobohan bangunan dan pemerataan bahkan dilakukan sejak 2017 lalu.

“Semoga enggak ada gagal lelang dan kendala lainnya sehingga lancar sesuai jadwal,” kata dia.

Sesuai perencanaan, anggaran pembangunan Pasar Klewer timur berasal dari Kementerian PUPR. Teknis pelaksanaannya dilakukan bertahap dengan sistem tahun jamak atau multiyears contract.

Pembangunan pertama dimulai Agustus 2019 selama 4,5 bulan. Dilanjutkan pada 2020 selama 3,5 bulan.

“Sesuai aturan total waktu yang ditargetkan delapan bulan yakni 3,5 bulan pada 2019, 4,5 bulan pada 2018. Mei [2020] semua pedagang bisa pindah ke pasar baru. Itu kalau sesuai jadwal ya. Kan manusia hanya bisa berencana,” terang Heru.

Berdasarkan data dari Paguyuban Pedagang Klewer sisi timur, di sana ada sekitar 526 pedagang. Nantinya semua bakal menempati kios baru berdasarkan nomor lama mereka.

Heru mengatakan pembangunan Pasar Klewer sisi timur berbarengan dengan program lain dari Kementerian PUPR. Proyek peralihan dari Kementerian Perdagangan yang ditangani Kementerian PUPR tersebut adalah pembangunan pasar, sekolah, dan fasilitas olahraga.

Heru menambahkan pembangunan Pasar Klewer sisi timur awalnya memang direncanakan 2017 lalu. Tetapi ditunda karena proses lelang gagal dua kali.

“Waktunya pendek. Dilelang tidak ada yang berani. Lelang dua kali gagal. Pada 2018 saya enggak tahu dulu dialokasikan tapi di-cancel. Mungkin pertimbangan banyak proyek enggak terduga. Akhirnya setelah di-cancel nunggu 2019. Sudah ada dalam DIPA [Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran] pemerintah pusat,” tambahnya.