Barang Bukti Korupsi Rp247,8 Juta Dikembalikan ke Pemdes Doyong Sragen

Kasi Pidsus Kejari Sragen Agung Riyadi menandatangani berita acara penyerahan uang barang bukti hasil korupsi kepada Pemdes Doyong di Kantor Kejari Sragen, Kamis (4/7/2019). (Solopos - Tri Rahayu)
04 Juli 2019 17:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Kasus korupsi yang menjerat eks Kades Doyong, Miri, Sragen, Sri Widyastuti, sudah berkekuatan hukum tetap atau inkracht.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang memvonis Sri Widyastuti dengan hukuman satu tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider satu bulan. Sri Widyastuti sudah menerima hukuman itu sehingga kasusnya dinyatakan inkracht.

Selanjutnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen mengembalikan kerugian negara akibat kasus itu senilai Rp247.836.904 kepada Pemerintah Desa Doyong, Miri, Kamis (4/7/2019). Dana tersebut merupakan barang bukti yang disita berdasarkan hasil penghitungan kerugian negara oleh ahli Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas kasus tersebut.

Pengembalian dana kerugian yang bersumber dari alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD) pada 2016 itu diterima Ymt. Kades Doyong Joko Mulyono didampingi Bendahara Desa Doyong Sukimin, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Doyong Sarwono, dan tokoh agama Doyong Abdullah.

Sebelum serah terima mereka menandatangani berita acara bersama Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sragen Agung Riyadi dan disaksikan Kepala Kejari Sragen Syarief Sulaiman Nahdi.

Berita acara dibuat rangkap tiga dan salah satunya diserahkan kepada Ymt. Kades Doyong, Miri, Sragen. Seusai menerima berita acara, perwakilan Pemdes Doyong dengan diantar pegawai Kejari ke BRI Sragen untuk mengambil dana tersebut.

“Dana itu dihitung dari proyek di 14 lokasi yang terbukti dikorupsi. Kasus itu sudah inkracht sehingga kewajiban kami untuk mengembalikan kerugian negara. Tugas kami kan mengembalikan kerugian negara,” jelas Kasi Pidsus Kejari Sragen Agung Riyadi.

Vonis eks Kades Doyong, Miri, Sragen, Sri Widyastuti, disampaikan pada sidang pembacaan amar putusan, Kamis (13/6/2019) lalu. Sri Widyastuti diperkirakan bebas pada Juli ini.

Vonis tersebut lebih ringan enam bulan dari tuntutan jaksa, yakni 18 bulan penjara. Sementara itu, Ymt. Kades Doyong Joko Mulyono mengatakan pengambalian kerugian negara itu akan dikonsultasikan ke Bagian Pemerintahan Desa (Pemdes) Sekretariat Daerah (Setda) Sragen untuk penggunaannya. Dia mengatakan dana itu dimasukkan ke rekening desa dulu.

“Kami perlu konsultasi karena dana itu sumbernya dari ADD dan DD 2016. Apakah nantinya dikembalikan ke ADD dan DD atau bisa bebas digunakan pemerintah desa. Kalau bebas berarti nanti masuk di APB Desa tahun depan,” tuturnya.