Ada Jual Beli Kursi PPDB Di Solo? Satgas Saber Pungli Solo Siap Bertindak

Orang tua siwa mengadukan pelaksaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online SMA 2019 di Kantor Dewan Pendidikan Kota Solo, Solo, Selasa (2/7 - 2019). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
05 Juli 2019 17:15 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Solo siap turun tangan mengantisipasi jual beli kursi penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Kota Bengawan.

Pengawasan ditingkatkan termasuk mengantisipasi adanya pungutan liar (pungli). Ketua Satgas Saber Pungli Solo, AKBP Andy Rifai, saat ditemui Solopos.com di Mapolresta Solo, Jumat (5/7/2019), mengatakan pungli yang biasa terjadi pada proses PPDB umumnya praktik jual beli kursi.

Meskipun PPDB berbasis online diklaim mampu menekan praktik jual beli kursi, dikhawatirkan terjadi pungli dalam sektor lain. Iuran-iuran yang dibebankan kepada siswa atau wali murid juga dalam pantauan Satgas Saber Pungli.

Pengawasan termasuk iuran yang telah disepakati dengan komite sekolah agar lebih transparan. "Saat ini belum ada laporan dan temuan adanya pungutan liar dalam proses PPBD. Kami tetap mengantisipasi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang membuat gejolak pungli dalam PPDB. Kami lebih menekankan upaya preventif yakni sosialisasi ke sekolah-sekolah," ujar Wakapolresta Solo itu.

Ia menambahkan apabila ditemukan pungli terkait PPDB akan ditindak tegas bahkan tidak menutup kemungkinan mengarah ke pidana. Ia meminta masyarakat melaporkan ke Satgas Saber Pungli apabila ada pungli dengan modus apa pun terkait PPDB.

Kanit Polmas Satbinmas Polresta Solo, AKP Edi Hartono, mengatakan masyarakat dapat melaporkan terjadinya pungli melalui Whatsapp. Pungli berapa pun jumlahnya segera laporkan pada kami melalui Whatsapp di nomor 081231282670.

"Seluruh jajaran kami pantau, pemerintahan maupun kepolisian. Tempat apa pun dapat kami ambil tindakan, bahkan pungli parkir yang sering terjadi tetap kami ambil tindakan. Fungsi kami tidak hanya preventif tapi dapat juga sebagai fungsi penindakan,” ujarnya.

Menurutnya, dengan melaporkan pungli, secara langsung masyarakat membantu pemerintah mereformasi bidang hukum. Laporan dapat melalui Whatsapp untuk memudahkan masyarakat namun dengan jaminan rahasia dan keamanan identitas pelapor.