PPDB Sragen, 6 SMPN Di Dalam Kota Masih Jadi Favorit

Suasana Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). (Arif Syaefudin/Detikcom)
05 Juli 2019 15:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Enam SMP negeri (SMPN) di dalam kota Sragen masih menjadi favorit hingga kebanjiran pendaftar pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) online 2019 ini.

Jumlah pendaftar di SMPN 1 hingga SMPN 6 Sragen berkisar 400-850 pendaftar berdasarkan rekapitulasi sistem PPDB online per Jumat (5/7/2019) pukul 12.00 WIB.

Sementara jumlah pendaftar di sekolah perdesaan dan pinggiran relatif lebih sedikit yakni 241-483 orang per sekolah. Sejumlah sekolah di perbatasan kabupaten diuntungkan dengan perluasan zonasi dari kabupaten tetangga, seperti Karanganyar, Boyolali, Grobogan, dan Ngawi Jawa Timur.

Dari enam sekolah di dalam Kota Sragen, jumlah pendaftar di SMPN 1 Sragen yang sebelumnya merupakan sekolah favorit justru paling sedikit dibandingkan lima sekolah lainnya, yakni 467 orang.

ppdb

Pada hari pertama pendaftaran, SMPN 1 Sragen hanya ada 202 pendaftar sehingga masih kekurangan 22 siswa dari kuota 224 orang. Sementara SMPN 3 Sragen, SMPN 4 Sragen, dan SMPN 2 Sragen dibanjiri pendaftar dengan totalnya di atas 800 orang per sekolah.

Kabid SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen, Prihantomo, menyampaikan banyaknya pendaftar yang terekap dalam sistem PPDB online itu disebabkan pilihan 1, 2, dan 3 masuk semua dalam sistem.

Dia mengatakan satu pendaftar bisa tercatat di 2-3 sekolah negeri sehingga jumlahnya banyak. “Kalau melihat animo pendaftar, sekolah dalam kota masih jadi pilihan favorit. Selain itu penduduk di dalam kota lebih padat daripada di desa. Seperti di SMPN 2 Sragen itu pendaftar paling banyak dari Sragen Tengah dan Sragen Wetan. Kemudian daerah-daerah di perbatasan kota juga memilih sekolah di kota karena masuk dalam zona,” ujarnya.

Dengan pola ini, Prihantomo melihat 49 SMP negeri di Sragen tidak mungkin kekurangan siswa, seperti SMPN 3 Sragen pada tahun lalu kekurangan siswa sampai dua kelas. Sementara di daerah pedesaan, terutama di perbatasan kabupaten, banyak siswa dari wilayah kabupaten tetangga yang masuk dalam zona sekolah di Sragen.

“Seperti di Kalijambe, banyak siswa di wilayah Andong, Boyolali, dan Gondangrejo, Karanganyar, yang masuk zona sekolah di Kalijambe,” ujarnya.

Prihantomo menyampaikan para pendaftar yang tidak jeli menentukan pilihan sekolah bisa terdepak dari sekolah negeri. Dia berharap para pendaftar harus memperhitungkan sekolah yang paling dekat jaraknya.

Ketua Panitia PPDB SMPN 1 Karangmalang, Sragen, Tuah Ardian, mengatakan jumlah pendaftar di sekolahnya mencapai 285 orang. Dengan jumlah itu, kata dia, kuota siswa sebanyak 255 orang sudah terpenuhi.

Dia mengatakan para pendaftar itu berasal dari jalur zonasi reguler sebanyak 237 orang dan jalur zonasi keluarga miskin (KKM) sebanyak 48 orang. “Yang pendaftar hari ini belum masuk. Kemungkinan masih tambah lagi,” ujarnya.