Kini Ada Banyak Spot Selfie di Irung Petruk Boyolali

Pengunjung kawasan Irung Petruk di Desa Genting, Kecamatan Cepogo, Boyolali, menikmati keindahan alam di Taman Petruk, Rabu (3/7/2019). (Solopos - Akhmad Ludiyanto)
05 Juli 2019 04:00 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—Bagi yang sering melintas di jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB) pasti tidak asing dengan patung Petruk di Desa Genting, Kecamatan Cepogo, Boyolali.

Patung yang juga menggambarkan situasi jalan berkelok menyerupai hidung tokoh wayang itu berada di lokasi yang bernama sama, kawasan Irung Petruk.

Kawasan ini sering dijadikan tempat nongkrong bagi muda-mudi atau tempat beristirahat para pelancong yang melintas di jalur alternatif Boyolali-Magelang tersebut.

Lokasi ini berada di ketinggian lereng Gunung Merapi sehingga menyajikan pemandangan lepas yang indah ke arah Solo dan sekitarnya.

Seringkali, pengunjung mengabadikan perjalanan mereka dengan memotret patung Petruk sebagai latar depan atau latar belakang swafoto mereka.

Sayangnya, lokasi berfoto ini cukup terbatas karena terhalang tebing setinggi sekitar 3 meter di salah satu sisi jalan, sehingga mereka hanya bisa mengambil sisi jalan lainnya.

Tapi sekarang mereka sudah punya titik foto baru untuk memotret patung Petruk dan pemandangannya, yakni dari taman yang kini dibangun di tebing sisi atas patung Petruk.

Dari taman bernama Taman Petruk ini, pengunjung dapat mengambil foto dari sisi yang lebih beragam.

Selain bisa dijadikan latar depan untuk memotret patung, Taman Petruk ini juga dilengkapi bangunan-bangunan unik yang bisa dijadikan obyek tersendiri untuk berfoto. Misalnya taman bunga, kolam ikan, altar, tenda, kubah pilar dan sebagainya.

Pemilik Taman Petruk, Agus Susilo, mengatakan taman tersebut dibuka sejak Lebaran 2019 lalu. “Kami ingin memberikan pengalaman berbeda kepada siapa saja berkunjung ke Irung Petruk,” ujarnya kepada Solopos.com, Rabu (3/7/2019).

Menurutnya, saat ini taman yang berada pada lahan sekitar 4.000 meter persegi ini masih terus dikembangkan. Selain taman dan berbagai bangunan yang ada sekarang akan ditambah dengan bangunan kafe dan kolam renang.

Malam Hari

Sementara itu, untuk masuk ke taman ini, pengunjung cukup merogoh kocek Rp5.000 untuk tiketnya, dan Rp2.000 untuk parkir kendaraan.
Agus menambahkan pengunjung juga dapat menikmati susasana taman di siang hari atau malam hari. “Kami buka sejak pukul 08.00 WIB hingga 21.00 WIB,” imbuh pengusaha tembaga asal Tumang, Cepogo, Boyolali ini.

Sekarang taman itu sudah mulai dikenal masyarakat Boyolali dan sekitarnya. Jumlah rata-rata pengunjungnya mencapai 200 orang – 250 orang per hari.

Salah seorang pengunjung asal Teras, Boyolali, Maulana, 16, sangat tertarik datang ke Taman Petruk karena keunikannya. “Ini keren dan beda dengan lainnya. Tamannya bagus, view [pemandangannya] juga bagus,” ujar Maulana yang mengetahui tentang Taman Petruk ini dari media sosial Instagram.