Pemkab Klaten Targetkan Coret 1.000 Keluarga Penerima PKH Per Tahun

Mensos dan Menhub (duduk tengah berkemeja putih) berfoto bersama setelah menyerahkan bantuan PKH kepada perwakilan KPM di Pendapa Rumdin Bupati Sragen, Sabtu (31/3 - 2018).
05 Juli 2019 14:15 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.ccom, KLATEN -- Pemkab Klaten menargetkan bisa mencoret 1.000 keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) per tahun. KPM PKH akan dicoret atau digraduasi apabila dianggap sudah mampu alias tidak miskin lagi.

Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Klaten mendata jumlah warga miskin di Kabupaten Bersinar mencapai 112.000 keluarga.

Kepala Dinsos P3AKB Klaten, M., Nasir, mengaku sudah mengusulkan anggaran senilai Rp900 juta pemasangan stiker di setiap rumah warga miskin di seluruh Klaten. Dinsos P3KAB tengah menyiapkan desain stiker tersebut.

“Anggaran Rp900 juta itu secara keseluruhan. Khusus pembuatan stiker senilai Rp400 juta. Sisanya untuk biaya operasional, sosialisasi, pengawasan, dan lainnya," jelas M. Nasir saat ditemui wartawan di kompleks Setda Klaten, belum lama ini.

Melalui pemasangan stiker seperti ini dia berharap ada keluarga PKM PKH yang secara sadar mengundurkan diri jika memang merasa sudah mampu. "Kami mematok target dapat menggraduasi 1.000 keluarga PKM PKH setiap tahunnya,” katanya.

M. Nasir mengatakan pemasangan stiker itu juga sebagai penyempurnaan data secara lengkap sehingga Pemkab Klaten dapat mengintervensi upaya pengentasan kemiskinan dengan tepat.

“Proses penyempurnaan data kemiskinan kan terus berjalan. Saat data tak sempurna akan terus jadi kendala. Melalui pemasangan stiker di waktu mendatang, upaya penyempurnaan data secara otomatis juga dilakukan,” katanya.

M. Nasir mengatakan jumlah pendamping PKH di Kabupaten Bersinar ada 250 orang. Setiap pendamping PKH diwajibkan melakukan pendekatan ke PKM PKH terkait pentingnya turut serta mengentaskan angka kemiskinan di Kabupaten Bersinar.

“Sebagai wong Jawa, kami juga akan mengambil rasa. Jika memang sudah mampu, lebih baik mengundurkan diri. Pemasangan stiker ini kan bagian dari rasa itu,” katanya.

Bupati Klaten, Sri Mulyani, berharap pemasangan stiker keluarga miskin oleh Dinsos P3AKB Klaten benar-benar dapat menyaring warga miskin dalam arti menyortir keluarga yang sebenarnya tidak masuk kategori miskin tapi masih terdata sebagai warga miskin. “Karakter dan sifat orang banyak itu kan macam-macam,” katanya.