Percikan Api Raket Elektrik Sambar Bensin, Rumah & Toko di Sragen Kobong

Tim Damkar Satpol PP Sragen dan BPBD Sragen memadamkan api yang membakar rumah di Dukuh Gilan RT 011, Tanggan, Gesi, Sragen, Sabtu (6/7/2019) malam. (Istimewa - BPBD Sragen)
06 Juli 2019 21:55 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Api melalap rumah dan toko kelontong milik Baim Ngadiyanto, 40, di Dukuh Gilan RT 011, Desa Tanggan, Kecamatan Gesi, Sragen, Sabtu (6/7/2019) pukul 18.15 WIB.

Kebakaran diduga disebabkan percikan listrik pada raket elektrik yang menyambar bensin di dispenser bahan bakar minyak (BBM) pom mini milik korban.

Bayan Tanggan, Darmono, mengaku mendapat laporan dari warga tentang adanya kebakaran di pom mini milik korban.

“Api kemudian menjalar ke toko kelontong yang masih satu bangunan dengan rumah hunian. Akibatnya seluruh isi rumah habis terbakar, termasuk obat-obatan pertanian. Kerugian diperkirakan mencapai Rp200 juta,” ujarnya saat dihubungi solopos.com, Sabtu.

Darmono kemudian melapor ke Tim Pemadam Kebakaran Satpol PP Sragen 15 menit setelah kejadian. Tim Damkar bersama sukarelawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen datang untuk memadamkan api.

“Keterbatasan alat mengakibatkan api tidak bisa cepat dipadamkan sehingga merembet ke toko kelontong dan rumah hunian. Kerugian memang diperkirakan mencapai Rp200 juta dan penyebabnya diduga karena korsleting pada pom mini itu,"ujar Kepala Pelaksana BPBD Sragen Sugeng Priyono. 

Dia menyampaikan rumah korban dihuni lima anggota keluarga yang terpaksa mengungsi ke rumah saudara terdekat.

Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kapolsek Gesi Iptu Teguh Purwoko mengatakan dari informasi yang digali anggota polisi di lokasi kejadian, awalnya ada pembeli bensin datang membawa anaknya. Dia melanjutkan si anak bermain raket elektrik pembunuh nyamuk.

“Saat itu percikan listrik pada raket itu menyambar bensin di pom mini itu. Dispenser tidak meledak tetapi hanya terbakar. Dan api merembet ke toko kelontong. Kerugian besar karena barang-barangnya banyak, termasuk pom mini itu,” ujarnya.