Sampah Plastik Hingga Selimut Kotori Kali Guyangan Pengging Boyolali

Pegiat sungai Adridawa Pujangga Boyolali dan aparat Polsek Banyudono, Boyolali mengumpulkan sampah dari dasar Sungai Guyangan di Kecamatan Banyudono, Jumat (5/7 - 2019). (Istimewa)
06 Juli 2019 06:30 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—Sosialisasi mengenai larangan membuang sampah di aliran kali/sungai, khususnya di Kali Guyangan, Kecamatan Banyudono, Boyolali, sudah sering dilakukan.

Tetapi nyatanya masih banyak masyarakat yang membuang sampah ke sungai.

Hal itu terungkap saat pegiat sungai Adridawa Pujangga Boyolali melakukan bersih sungai di kali tersebut, Jumat (5/7/2019) bersama aparat Polsek Banyudono dalam rangka HUT ke-73 Bhayangkara.

Ketua Adridawa Pujangga Boyolali, Totok Sudaryanto, mengatakan saat bersih-bersih di sekitar mata air dan alirannya, ditemukan sekitar 1 kuintal sampah basah yang dikumpulkan dari dasar sungai. “Kami kumpulkan sekitar 1 kuintal sampah di kali tersebut,” ujarnya seusai kegiatan.

Sampah ini sebagian berupa plastik pembungkus sabun mandi maupun deterjen. Ada juga kain, selimut, pembalut dan lainnya. “Ini sangat kami sayangkan karena kami sudah sering melakukan sosialisasi. Bahkan kegiatan bersih-bersih sungai juga sering kami lakukan. Tetapi nyatanya masih kami temukan sampah di sungai,” imbuhnya.

Kali Guyangan masih menjadi sumber kehidupan warga setempat. Airnya digunakan untuk mandi, mencuci, dan berbagai aktivitas lainnya.

Gedung Pemantauan

Untuk mengantisipasi pembuangan sampah sembarangan ke sungai, pihaknya berencana mengaktifkan sebuah gedung di sekitar sumber mata air untuk sekretariat para pegiat sungai sebagai bentuk pemantauan.

“Harapannya, kalau ada aktivitas orang-orang di sekretariat, warga akan sungkan kalau mau buang sampah sembarangan. Sebaliknya, kalau ada yang sudah kedapatan membuang sampah, para pegiat bisa mengingatkan mereka,” imbuh Totok.