Sepekan Ditinggal Pedagang, Pasar Pengging Boyolali Belum Dibongkar

Tukang pengumpul rongsok beraktivitas di bangunan lantai II Pasar Pengging di Desa Dukuh, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Jumat (5/7). Sepekan setelah dikosongkan sejak Senin (1 - 7), pasar tersebut belum dibongkar. (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
07 Juli 2019 12:30 WIB Septina Arifiani Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI – Sepekan dikosongkan Senin (1/7/2019), bangunan Pasar Pengging di Desa Dukuh, Kecamatan Banyudono, Boyolali belum dibongkar. Bangunan dua lantai yang didirikan/direhab sekitar 15 tahun silam itu kini masih berdiri.

Seperti diberitakan, semua pedagang Pasar Pengging harus sudah pindah ke pasar baru yang disediakan Pemkab Boyolali di wilayah desa yang sama. Batas akhir pengosongan pasar lama dari para pedagang adalah Minggu (30/6/2019).

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Boyolali, Agus Partono mengatakan, bangunan Pasar Pengging atau yang dikenal dengan Pasar Candirejo memang segera dibongkar, menyusul rencana pembangunan kawasan tersebut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Namun pihaknya masih menunggu hasil taksiran nilai bangunan oleh tim appraisal.

“Saat ini kami sudah membentuk tim appraisal untuk menaksir nilai gedung. Soalnya bangunan itu terdapat material yang masih bernilai seperti kayu, pintu, dan besi,” ujarnya kepada Solopos.com, Sabtu (6/7/2019).

Setelah tim melaporkan hasil penaksiran nilai bangunan beserta biaya pembongkarannya, maka segera dimulai proses lelang.

Sementara itu, pantauan Solopos.com, Jumat (5/7/2019), pasar tersebut menyisakan sampah yang cukup banyak. Sebagian terdiri atas sampah plastik, kertas, dan kayu sisa bangunan lama milik para pedagang.

Eks lahan Pasar Pengging dipastikan akan dijadikan pusat kuliner. Untuk tahap awal pembangunan tersebut, Pemkab Boyolali akan menggelontor anggaran Rp4,8 miliar.