Belum Ada Rencana Menghidupkan Lagi Pacuan Kuda Nyi Ageng Serang Sragen

Pacuan Kuda Nyi Ageng Serang yang berlokasi di Dusun Ngasinan, Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, yang dibiarkan mangkrak selama hampir 10 tahun. Foto diambil Senin (1/7 - 2019). (Moh. Khodiq Duhri)
08 Juli 2019 17:00 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen belum berencana menghidupkan kembali Pacuan Kuda Nyi Ageng Serang yang berlokasi di Dusun Ngasinan, Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, yang saat ini mangkrak.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Sragen, Muhtar Ahmadi, mengatakan upaya menghidupkan kembali Pacuan Kuda Nyi Ageng Serang belum bisa dilakukan selama status kepemilikan tanah tempat fasilitas olahraga tersebut berdiri belum jelas.

Pacuan Kuda Nyi Ageng Serang dibangun di lahan milik PT Perhutani. Pada saat dibangun, aturan atau regulasi terkait pembangunan gedung atau fasilitas umum milik pemerintah daerah belum seketat sekarang.

“Karena status tanahnya belum klir, Pemkab Sragen tidak bisa menghidupkan kembali pacuan kuda sebagai objek wisata. Sekarang, pemerintah pusat juga tidak bisa mencairkan anggaran untuk pembangunan fasilitas umum bila belum tersedia tanah yang berstatus milik pemda [pemerintah daerah]. Pakai tanah milik desa saja tidak bisa. Jadi, tanah itu harus berstatus milik pemda, baru dananya cair,” terang Muhtar kepada Solopos.com, Selasa (2/7/2019).

Alternatif lain untuk menghidupkan kembali Pacuan Kuda Nyi Ageng Serang, kata Muhtar, adalah kerja sama dengan PT Perhutani. Dalam hal ini, ada kemungkinan ketentuan bagi hasil pengelolaan tiket antara kedua belah pihak.

Kendati demikian, sampai sekarang juga belum ada upaya untuk menjajaki kerja sama dengan PT Perhutani guna menghidupkan kembali Pacuan Kuda Nyi Ageng Serang. “Perlu ada kolaborasi dalam pengelolaan pacuan kuda ini antara Pemkab Sragen dengan PT Perhutani. Kolaborasi bisa diawali dengan perjanjian atau penyusunan MoU [memorandum of understanding]. Tapi, belum ada upaya ke sana,” jelas dia.

Belum adanya rencana Pemkab Sragen untuk mengidupkan kembali Pacuan Kuda Nyi Ageng Serang membuat harapan warga sekitar bertepuk sebelah tangan. Saat Pemkab Sragen berencana melelang aset bangunan Pacuan Kuda Nyi Ageng Serang pada 2016, warga menolak karena berharap aset olahraga dapat dihidupkan kembali.

Namun, setelah tiga tahun berlalu, Pemkab Sragen belum juga merespons keinginan warga. “Warga tidak mau tahu masalah status tanah. Warga hanya ingin Pacuan Kuda Nyi Ageng Serang dihidupkan lagi seperti dulu. Kalau tidak untuk menyelenggarakan perlombaan pacuan kuda, paling tidak digunakan untuk kegiatan lain yang banyak menarik pengunjung. Dengan begitu, warga ikut merasakan manfaatnya lagi,” papar Kepala Urusan (Kaur) Pelayanan, Pemerintah Desa (Pemdes) Ngargotirto, Ngatmin.