Asyik, Desa Barukan Klaten Bikin Sirkuit Motocross Sepanjang 400 M

Lahan yang diproyeksikan untuk sirkuit motocross di Barukan, Manisrenggo, Klaten, Selasa (2/7 - 2019). (Solopos/Ponco Suseno)
08 Juli 2019 11:15 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Pemerintah Desa Barukan, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, segera membangun sirkuit motocross di wilayah setempat. Sirkuit itu nantinya menjadi sarana penggemblengan pencinta motocross agar bersedia terjun ke level profesional.

“Kami ingin mengembangkan potensi desa yang khas. Kebetulan di Barukan ini dikenal sebagai lokasi menggelar sirkuit motocross setiap tahunnya. Kami ingin mengembalikan ciri khas itu. ,” kata Kepala Desa (Kades) Barukan, Eko Priyo Sadono, saat ditemui solopos.com, di Kecamatan Manisrenggo,Selasa (2/7/2019).

Sirkuit motocross, ungkap dia, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan desa.

"Ke depan ada penjualan tiket, parkir, homestay, sentra kuliner, dan lainnya. Sirkuit motocross itu dapat menyedot para pencinta motocross datang ke sini," ungkap dia.

Sebagai informasi, saat ini jumlah penduduk di Desa Barukan mencapai 4.500-an jiwa. Di era 1980-an hingga akhir 1990-an, Barukan yang memiliki 17 Rukun Tetangga (RT) dikenal masyarakat luas sebagai pusat motocross.

Desa Barukan yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani sering menggelar sirkuit motocross setiap tahunnya. Seiring berjalannya waktu, citra Desa Barukan sebagai pusat motocross semakin berkurang karena minimnya fasilitas pendukung.

Lebih lanjut, Eko Priyo Sadono mengatakan sirkuit motocross di Barukan akan dibikin permanen. Sesuai rencana, sirkuit motocross berada di tanah kas desa seluas kurang lebih tiga hektare. Pembangunan sirkuit motocross diperkirakan menelan anggaran Rp100-an juta. Panjang lintasan sirkuit 400 meter.

“Ini [sirkuit motocross di Barukan] akan menjadi satu-satunya sirkuit motocross permanen di Klaten. Kebetulan, lokasi di Barukan sangat strategis. Bisa disebut di tengah-tengah Solo-Jogja-Semarang. Diharapkan di tahun 2020, pembangunan sirkuit sudah rampung,” katanya.

Dana desa yang dikelola Pemerintah Desa (Pemdes) Barukan senilai Rp900 juta. Sedangkan alokasi dana desa (ADD) senilai Rp350 juta.

“Saya pribadi sudah memberitahukan rencana pembangunan sirkuit motocross ini ke seluruh elemen masyarakat. Tanggapan awal dari masyarakat, memang mendukung penuh. Ini akan menjadi salah satu gebrakan di awal kepemimpinan saya guna meningkatkan perekonomian desa dan masyarakat,” katanya.