Pedagang Hewan Kurban Dadakan di Sukoharjo Dilarang Jualan di Trotoar

Penjualan kambing untuk kurban. (Solopos/Nicolous Irawan)
09 Juli 2019 10:30 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Menjelang Hari Raya Iduladha yang jatuh Agustus mendatang, aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sukoharjo mewaspadai merebaknya pedagang hewan kurban dadakan.

"Keberadaan pedagang hewan kurban kita waspadai. Jangan sampai jualan di pinggir jalan dan mengganggu lalu lintas,” kata Kepala Satpol PP Heru Indarjo, Senin (8/7/2019).

Heru mengatakan pihaknya akan menertibkan keberadaan pedagang hewan kurban yang berjualan area terlarang. Seperti halnya memanfaatkan trotoar untuk area jualan pedagang. Para pedagang ini akan ditata di lahan kosong yang lokasinya tidak mengganggung aktivitas jalan maupun lalu lintas.

“Jadi pedagang dadakan ini nanti kita akan memasukkan ke dalam [tidak di pinggir jalan]," katanya.

 Dia juga segera berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Pertanian dan Perikanan dalam mengecek kesehatan hewan kurban.

Saat ini, dia mengatakan pedagang hewan kurban musiman mulai bermunculan. Mereka bahkan sebagian besar mulai menambah stok hewan ternak seperti kambing dan sapi dengan mengambil langsung ke peternak. 

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti sebelumnya mengatakan telah membentuk tim pemantau hewan kurban. Tim tersebut berasal dari jajaran internal Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo yang akan memantau lalu lintas hewan kurban.

“Tidak hanya memantau saja, tapi tim melakukan pemeriksaan terhadap ternak kambing dan sapi baik ditingkat peternak dan pasar hewan,” katanya.