Pendaftar PPDB SMAN Sukoharjo Ramai-Ramai Cabut Berkas, Ada Apa?

Sejumlah orang tua calon siswa baru berkonsultasi dengan panitia PPDB SMAN 1 Sukoharjo di aula sekolah setempat, Selasa (2/7/2019). (Solopos - Bony Eko Wicaksono)
09 Juli 2019 18:40 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Belasan pendaftar penerimaan peserta didik baru (PPDB) online SMA negeri di Sukoharjo mencabut berkas dan beralih ke sekolah swasta.

Pantauan Solopos.com, Selasa (9/7/2019), belasan calon siswa baru yang diantar orang tua atau kerabat mereka mencabut berkas pendaftaran PPDB SMAN 3 Sukoharjo. Mereka mengantre di ruang sekretariat PPDB di sekolah tersebut.

Mayoritas calon siswa baru berdomisili di wilayah Kecamatan Grogol seperti Madegondo, Gedangan, Parangjoro, dan Telukan. Calon siswa baru yang diterima di SMAN diumumkan pada 9 Juli.

Para calon siswa baru yang tak diterima di SMAN 3 Sukoharjo otomatis terlempar ke sekolah lain yang jaraknya cukup jauh.

“Sebagian besar calon siswa baru yang mencabut berkas pendaftaran berasal dari wilayah Grogol. Tidak ada sekolah negeri di wilayah Grogol sehingga para calon siswa baru menyerbu sekolah negeri di Sukoharjo Kota,” kata seorang panitia PPDB SMAN 3 Sukoharjo, Sungkono, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Selasa.

Mereka diterima di sekolah pilihan kedua di SMAN 1 Bulu. Namun, jarak antara rumah dengan sekolah lebih dari 15 kilometer. Para calon siswa baru kebingungan lantaran harus menempuh perjalanan jauh saat berangkat dan pulang sekolah.

Mereka akhirnya memilih mencabut berkas pendaftaran dan mendaftar ke sekolah swasta yang lokasinya tak terlalu jauh dari rumah. “Bisa lebih dari 30 menit untuk sampai di sekolah. Hingga siang hari, sudah ada 17 calon siswa yang mencabut berkas pendaftaran,” tutur dia.

Pernyataan senada diungkapkan Kepala SMAN 1 Mojolaban, Harmani. Ada beberapa calon siswa baru yang mencabut berkas pendaftaran PPDB dan memilih mendaftar ke sekolah swasta.

Mereka terlempar ke sekolah lain di luar zona yang lokasinya cukup jauh dari rumah. Namun, Harmani tak hafal secara terperinci jumlah calon siswa baru yang mencabut berkas pendaftaran.

Sementara itu, seorang calon siswa baru asal Desa Madegondo, Kecamatan Grogol, Aulia Nur Rohimah, memilih mendaftar di sekolah swasta lantaran tak diterima di sekolah negeri terdekat dengan rumahnya. Aulia tak mau mengambil risiko dengan menempuh perjalanan jauh saat berangkat dan pulang sekolah.

Menurut Aulia, sistem zonasi dalam PPDB online merugikan para calon siswa baru yang memiliki nilai akademik tinggi. “Lebih baik mencari sekolah yang lebih dekat dengan rumah. Toh, kualitas pendidikan di sekolah swasta tak berbeda jauh dengan sekolah negeri,” kata dia.