Kekurangan Murid, SMPN Di Boyolali Buka PPDB Offline Pada Tanggal Ini

Suasana Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). (Arif Syaefudin/Detikcom)
09 Juli 2019 06:15 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Hasil penerimaan peserta didik baru (PPDB) online SMP negeri di Boyolali sudah diumumkan, Senin (8/7/2019) pagi. Pengumuman itu bisa dilihat di laman http://boyolali.ppdb-smart.net/ maupun lembar pengumuman yang ditempel di halaman sekolah.

Dari pengumuman di laman http://boyolali.ppdb-smart.net/ terlihat dari total 52 SMPN di Boyolali yang menyelenggarakan PPDB secara online, 23 sekolah mendapat murid di bawah daya tampung. Sementara 14 sekolah lain memiliki jumlah pendaftar jauh di bawah daya tampung.

Di sisi lain, sembilan sekolah memiliki jumlah pendaftar yang cukup namun tidak menjadi pilihan mayoritas siswa. Calon siswa sebagian besar hanya memilih sekolah untuk pilihan kedua dan ketiga.

Sekolah-sekolah tersebut di antaranya SMPN 2 Selo, SMPN 2 Sambi, dan SMPN 2 Juwangi. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali akan membuka pendaftaran siswa baru secara offline di sekolah-sekolah yang kekurangan murid pada Kamis (11/7/2019) mendatang.

Kabid SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali, Lasno, meminta SMPN yang jumlah siswanya belum memenuhi daya tampung mengajukan izin membuka pendaftaran offline secara terbatas. Tujuannya agar pendaftaran dilakukan secara serentak di seluruh sekolah yang masih kekurangan siswa.

“Artinya terbatas itu cepat-cepatan, misal sekolah A kekurangan lima siswa, sudah mendapatkan tambahan untuk memenuhi kuota [sesuai zonasi] maka pendaftaran offline harus ditutup,” ungkap Lasno, Senin (8/7/2019).

Kebijakan ini juga untuk mencegah sekolah menerima murid selama masa daftar ulang, Selasa (9/7/2019) dan Rabu (10/7/2019) sekaligus mengoptimalkan proses PPDB di tingkat kabupaten.

Jika dihitung, seluruh sekolah yang menyelenggarakan PPDB online menampung 7.877 siswa. Terkait pencabutan berkas, Lasno mengatakan orang tua bisa mencabutnya apabila anak mereka dinyatakan tidak diterima di tiga sekolah yang dipilih.

“Namun jika sudah diterima dan dicabut kemungkinan pindah hanya ke sekolah swasta,” imbuh dia.