Harga Cabai di Solo Tembus Rp60.000 Per Kg, Awas Inflasi!

Sadino, 42, petani asal Dusun/Desa Celep, Kedawung, Sragen, memanen cabai yang sudah mengering, Minggu (23/6/2019). (Solopos - Moh. Khodiq Duhri)
10 Juli 2019 02:00 WIB Farida Trisnaningtyas Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Harga cabai di pasar tradisional Solo kian pedas. Harga cabai merah bahkan terus meroket hingga menyentuh angka Rp60.000/kilogram (kg).

Kenaikan harga cabai ini disinyalir lantaran panen yang kurang bagus sehingga mempengaruhi pasokan dari daerah sentra produksi. Salah satu pedagang bahan pangan di Pasar Gede Solo, Samini, mengatakan harga semua jenis cabai naik.

Namun demikian, cabai yang paling mahal adalah jenis merah keriting yang mencapai Rp60.000/kg. “Sebelumnya cabai merah keriting ini Rp55.000/kg sekarang menjadi Rp60.000/kg. Semua jenis cabai setiap hari naik Rp2.000-Rp5.000 per kg,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (9/7/2019).

Samini menambahkan harga cabai merah besar juga naik dari Rp53.000/kg menjadi Rp55.000/kg. Sementara cabai rawit merah dari Rp50.000/kg menjadi Rp55.000/kg dan cabai hijau besar dari Rp25.000/kg menjadi Rp30.000/kg.

Sebenarnya kenaikan paling drastis terjadi pada cabai rawit hijau. Menurutnya, komoditas ini biasanya dijual dengan harga Rp13.000/kg, tapi saat ini cabai rawit hijau ini melejit hingga Rp50.000/kg.

Samini mengaku kulakan cabai dari Boyolali. Harga cabai yang melambung tinggi ini berefek pada jumlah dagangan yang dibeli pelanggannya. Menurutnya, memang jumlah pembeli seperti biasa, tetapi mereka tak mau memborong banyak cabai seperti biasa lantaran harganya yang kelewat mahal.

“Harganya setiap hari naik. Katanya panennya enggak bagus. Cuaca kering panas membikin cabai banyak penyakit. Konsumen ya tetap beli, tapi sedikit,” imbuhnya.

Sementara itu, di Pasar Legi yang kerap jadi tempat kulakan para pedagang dari pasar lain, harga cabai juga tak jauh berbeda. Lurah Pasar Legi, Marsono, mencatat komoditas cabai segala jenis stabil tinggi.

“Cabai merah besar Rp45.000/kg, cabai merah keriting Rp52.000/kg, cabai rawit merah Rp55.000/kg, dan cabai hijau besar Rp25.000/kg,” paparnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Solo mencatat cabai merah menjadi salah satu penyumbang inflasi pada Juni 2019 lalu. Kasi Statistik Distribusi BPS Solo, Herminawati, mengatakan lima komoditas utama harganya naik sehingga menyumbang inflasi, antara lain petai, tarif angkutan antar kota, rokok kretek, cabai merah dan air kemasan. Harga cabai merah naik hingga 20,36%.

"Komoditas utama penyumbang inflasi, yakni petai memberi andil inflasi 0,12%, tarif angkutan antarkota sebesar 0,07%, rokok kretek sebesar 0,06%, cabai merah sebesar 0,05% dan air kemasan 0,03%,” jelasnya.