Pemkot Solo Tak Tahu Kerusakan Bangunan Masjid Agung Keraton Kasunanan

Pekerja memperbaiki pilar Masjid Agung Solo yang rusak karena salah teknik renovasi, Jumat (5/7/2019). (Solopos - Nicolous Irawan)
10 Juli 2019 15:15 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pemkot Solo tidak mengetahui kondisi Masjid Agung Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang rusak dan saat ini sedang direnovasi.

Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Solo belum mendapatkan laporan mengenai hal tersebut. Kepala Disbud Kota Solo, Kinkin Sultanul Hakim, mengatakan kewenangan pemeliharaan bangunan cagar budaya (BCB) itu berada di tangan pusat.

“BCB Masjid Agung tanggung jawabnya di pusat, [perbaikan] bisa pakai dana alokasi khusus [DAK] atau lainnya. Pengelola dari awal bukan kami. Kalau di kami, [perbaikan] mungkin bisa menggunakan dana darurat. Tapi, itu ranahnya pusat sehingga menjadi tanggung jawab pusat. Tapi, nanti saya lihat kerusakannya. Bagaimana pun lokasinya di Solo,” ucap dia kepada wartawan, Selasa.

Sebagaimana diinformasikan, pilar Masjid Agung Keraton Solo keropos akibat digerogoti serangga rayap. Hal itu terjadi karena kesalahan teknik renovasi pada 2005 silam.

Pengurus Bagian Rumah Tangga Masjid Agung Solo, Mustakim, mengatakan ada kesalahan saat pelaksana proyek mengecor sisi dalam pilar kayu. Selain itu, penggunaan kayu pilar yang masih berumur muda memicu pembengkakan kayu sehingga kayu tersebut retak.

Berdasarkan pengecekan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng, pengurus disarankan memperbaiki pilar-pilar yang rusak dengan anggaran Rp87 juta. Anggaran tersebut untuk menambal pilar yang sebelumnya diisi semen diubah kembali dengan kayu.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mempersilakan takmir Masjid Agung mengajukan bantuan perbaikan apabila merasa dana dari BPCB tersebut kurang. Pemkot Solo sudah menganggarkan dana senilai Rp400-an juta untuk revitalisasi Masjid Agung namun bukan spesifik menyasar pilar melainkan bangsal pagongan yang merupakan tempat meletakkan gamelan sekaten.