Sebelum Meninggal, Korban Tabrakan Flyover Manahan Solo Dilarikan ke RS Kasih Ibu

Video peristiwa tabrak lari yang terjadi di flyover Manahan, Solo, Senin (1/7/2019) dini hari WIB. (Istimewa - Instagram)
10 Juli 2019 20:45 WIB Adib Muttaqin Asfar Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Polisi tengah menyelidiki insiden tabrak lari yang menyebabkan seorang pengendara sepeda motor di Flyover Manahan, Solo, meninggal dunia dan viral di media sosial. Pasca-tabrakan yang terekam kamera CCTV itu, korban sempat dibawa ke Rumah Sakit (RS) Kasih Ibu sebelum meninggal dunia saat menjalani perawatan.

Dalam video itu, seorang pengendara sepeda motor bergerak dari arah barat dan hendak berbelok ke selatan atau ke kanan. Namun tiba-tiba muncul sebuah mobil city car berwarna silver yang belum diketahui jenisnya muncul dari arah selatan menuju ke utara dengan kecepatan tinggi. Posisi mobil terlalu ke tengah dan menghantam pengendara sepeda motor nahas tersebut. Melihat korban tergeletak, pengendara mobil justru meninggalkan lokasi begitu saja ke arah barat.

Kepolisian mengonfirmasi insiden tersebut terjadi pada Senin (1/7/2019) dini hari pukul 02.30 WIB. Berdasarkan informasi yang disampaikan Satlantas Polresta Surakarta, korban diketahui bernama Retnoningtri, 54, warga Slembaran, RT 003/ RW 003 Serengan, Solo. Sesaat setelah kejadian, korban dilarikan ke RS Kasih Ibu karena menderita patah tulang.

"Saat itu yang diketahui dia mengalami patah tulang, namun belum diketahui apakah ada luka lain," kata Kanit Laka Satlantas Polresta Surakarta, AKP Bambang Subekti, mewakili Kasatlantas Kompol Busroni, saat dihubungi Solopos.com, Rabu (10/7/2019).

Bambang menyebutkan korban sempat menjalani penanganan medis di RS Kasih Ibu dan menjalani perawatan. Namun pada Senin malam, korban meninggal dunia di RS.

Saat ini polisi masih terus menyelidiki kejadian tersebut, khususnya terkait mobil dan pengemudi yang menabrak korban.

Video peristiwa tabrak lari yang terjadi di flyover Manahan, Solo, menjadi viral di media sosial beberapa hari terakhir. Rekaman ini beredar di grup Whatsapp hingga media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter ini menjadi perhatian netizen Soloraya.

Sejumlah akun di media sosial mencoba merangkai kejadian ini. Sejumlah akun menyebut korban adalah seorang wanita. Akibat kejadian itu, korban disebut-sebut telah meninggal dunia.