Hotel di Soloraya Mulai Tinggalkan Plastik

Penggunaan water jug sebagai pengganti air mineral kemasan untuk agenda meeting di The Alana Hotel and Convention Solo, Rabu (10/7/2019). (Solopos - Farida Trisnaningtyas)
10 Juli 2019 23:15 WIB Farida Trisnaningtyas Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Kalangan perhotelan di Soloraya mulai meninggalkan penggunaan plastik untuk berbagai keperluan. Langkah ini untuk mendukung gerakan mengurangi sampah plastik.

Sederet hotel berbintang di Soloraya tak lagi memakai air minum kemasan yang kerap berwadah botol plastik dan menggantinya dengan water jug. Hal ini dilakukan sebagai langkah awal untuk mencintai lingkungan.

Asisten Public Relations Manager The Alana and Convention Solo, Angela Stevanie, mengatakan mulai menyetop penggunaan air mineral kemasan botol plastik sejak 1 April 2019 lalu. Aksi ini dilakukan tepat setelah peringatan Earth Hour pada 30 Maret 2019 lalu.

Selain itu, kampanye pengurangan plastik ini menjadi komitmen bersama hotel berbintang di bawah jaringan Archipelago Internasional. “Ini sebagai aksi kami mendukung gerakan penyelamatan bumi dengan mengurangi sampah plastik,” katanya kepada wartawan, Rabu (10/7/2019).

Angela menambahkan water jug kini digunakan sebagai pengganti air mineral kemasan baik di kamar hotel maupun area meeting room. Bahkan, manajemen menyediakan dispenser di setiap lorong kamar maupun meeting room untuk mengisi ulang water jug.

Sebelumnya, Alana yang memiliki 247 kamar harus menyediakan air minum kemasan 2 botol setiap kamarnya. Jadi, setidaknya dalam sehari Alana menggunakan 494 botol.

Ini belum termasuk penggunaan air mineral kemasan di sejumlah agenda meeting yang setiap hari digelar di ballroom maupun ruang rapat lainnya.

“Memang di awal kami spare cost lumayan untuk pengadaan water jug. Akan tetapi, jika untuk ke depan bakal lebih hemat dan lebih ramah lingkungan dengan mengurangi sampah plastik,” imbuhnya.

Dia menambahkan setelah ini pengurangan plastik menyasar penggunaan sedotan. Namun demikian, ada dua opsi yang menjadi pertimbangan manajemen, yakni meniadakan sedotan plastik atau mengganti dengan sedotan stainless.

Gerakan serupa juga dilakukan Aston Solo Hotel sejak awal April lalu. Pejabat Public Relations Aston Solo Hotel, Paulina Yuga Delfia, mengatakan hotelnya sudah menerapkan no plastic bottles untuk masing-masing kamar dan meeting room.

“Di kamar sudah tidak ada botol air mineral dan diganti water jug plus gelas. Kami pun menyediakan dispenser untuk isi ulang air panas dan dingin di setiap lantai sehingga para tamu bisa refill sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan manajemen ini direspons bagus oleh para customer. Bahkan, hotel kerap mendapatkan feedback secara langsung maupun review online terkait aksi pengurangan sampah plastik tersebut.

Paulina menghitung Aston Solo dulu menggunakan 500 botol air mineral setiap harinya. Ini termasuk untuk kamar dan ruang meeting yang terpakai. Kini semua air botol diganti water jug yang ada sekitar 250 buah untuk kamar dan ruang meeting.

Sementara itu, Harris Hotel and Conventions Center Solo juga mendukung gerakan tersebut dengan mulai mengganti sedotan plastik dengan sedotan kertas. Marketing Communication Harris Hotel and Conventions Center Solo, Daniyal Faqih, mengatakan penggantian sedotan ini sejak 28 April 2019 lalu.

“Kami juga tidak memberikan sedotan saat serve minuman. Kalau tamu minta, baru kami berikan. Sejauh ini sudah banyak tamu yang teredukasi sehingga mereka jarang yang meminta sedotan,” jelasnya.