Gudang Bengkel Elektronik di Kartasura Sukoharjo Terbakar

Asap hitam mengepul dari lantai II gudang milik Yusiah, warga Ngadirejo, Kartasura, Sukoharjo, yang terbakar, Rabu (10/7/2019). (Solopos - Iskandar)
10 Juli 2019 20:15 WIB Iskandar Sukoharjo Share :

Solopos.com. SUKOHARJO -- Gudang bengkel elektronik dan reparasi komputer milik Yusiah Eko di Kelurahan Ngadirejo, Kartasura, Sukoharjo, terbakar pada Rabu (10/7/2019).

Peristiwa itu sempat menggegerkan warga lantaran asapnya yang berwarna hitam membubung tinggi dari lantai II gudang di Jl. Slamet Riyadi ini. Barang yang terbakar di antaranya tumpukan compact disk (CD), komputer, sofa, kayu, dan sebagainya.

“Saya lihat pertama tadi api masih kecil terus tidak lama kemudian api membesar. Di atas itu memang seperti gudang tapi ada barang-barang yang tidak terpakai dan ruangannya terbuka,” ujar adik Yusiah, Yudi Eko, di tempat kejadian, Rabu.

Yudi mengatakan begitu melihat ada asap hitam mengepul di angkasa, dia bersama sejumlah warga berinisiatif naik ke lantai II untuk memadamkan api. Namun, upaya itu tak membuahkan hasil karena mereka hanya membawa selang kecil dan beberapa ember.

Tumpukan barang-barang di gudang tersebut dengan cepat ludes tersambar api. Api baru bisa dijinakkan setelah sejumlah mobil pemadam kebakaran datang.

Kapolsek Kartasura, AKP Sarwoko, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, mengaku belum bisa mengungkapkan apa penyebab kebakaran tersebut. “Yang jelas sampai saat ini tidak ada korban jiwa. Ketika terjadi kebakaran tidak ada orang di lantai atas tempat terjadi kebakaran,” ujar dia ketika ditemui di lokasi.

Informasi yang dihimpun Solopos.com di tempat kejadian menyebutkan api yang melalap sejumlah barang di lantai II gudang milik Yusiah baru padam tak kurang dari lima unit setelah mobil pemadam kebakaran datang. Mobil-mobil itu datang dari Kota Solo, Sukoharjo, dan Boyolali.

Sejumlah polisi dan sukarelawan dari berbagai komunitas juga ikut membantu memadamkan api dan mengatur arus lalu-lintas (lalin). Saat terjadi kebakaran arus lalin di depan rumah tersebut dipenuhi warga dan pengguna jalan yang berhenti sekadar mengabadikan kebakaran dengan telepon seluler masing-masing.