Pertengahan Juli, Pedagang Pasar Jatitengah Sragen Harus Pindah Ke Los Darurat

Kondisi los darurat di Lapangan Jatitengah, Sukodono, Sragen, Selasa (9/7/2019). (Solopos - Moh. Khodiq Duhri)
10 Juli 2019 15:40 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Pasar Jatitengah di Kecamatan Sukodono, Sragen, akan direvitalisasi mulai Juli ini. Terkait itu, para pedagang harus pindah ke pasar darurat di lapangan desa setempat paling lambat pertengahan Juli.

Pantauan Solopos.com, Selasa (9/7/2019), sejumlah pedagang sudah mulai pindah ke pasar darurat tersebut. Sebagian pedagang sibuk merapikan dagangan di los darurat yang dibangun dengan ukuran 2 meter x 2,5 meter.

Sejumlah pedagang memasang tripleks di sekeliling los agar lebih tertutup. Sebagian lainnya sibuk melayani pembeli yang mampir ke los darurat.

“Ini hari kedua kami menempati los darurat. Kondisinya ya seperti ini. Kami memang sudah diperintahkan segera mengosongkan pasar karena pembangunan segera dimulai,” papar Suparmi, 45, pedagang soto dan gorengan yang ditemui Solopos.com di lokasi darurat.

Suparmi mengaku sempat bimbang saat diminta mengosongkan los. Meski kondisi Pasar Jatitengah sudah memprihatinkan, dia mengaku sudah telanjur nyaman berjualan di kompleks pasar tersebut.

Saat diminta berjualan di los darurat untuk sementara, Suparmi sempat dihantui kekhawatiran akan kehilangan pelanggan. Namun, kekhawatiran itu akhirnya sirna setelah ia menempati los darurat dalam beberapa hari terakhir.

“Pelanggan saya itu ya hanya warga sekitar. Ternyata mereka sudah paham pedagang pindah ke sini [Lapangan Desa Jati Tengah]. Jadi, mereka langsung datang ke sini untuk membeli soto atau gorengan. Alhamdulillah sekarang dagangan saya sudah habis. Ini mau berkemas pulang,” ucap Suparmi.

Suparmi dan para pedagang lain berharap pembangunan Pasar Jatitengah selesai tepat waktu. Mereka berharap proses pembangunan tidak molor sehingga ia bisa segera menempati los baru di Pasar Jatitengah.

“Los darurat kondisinya ya seperti ini. Di tengah lapangan terbuka. Siapa pun bisa masuk ke sini. Kalau untuk menyimpan barang tentu tidak aman. Kalau di pasar kami merasa lebih aman,” papar Amik, 55, pedagang lainnya.

Ditemui terpisah, Kepala Bidang Penataan Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen, Tommy Isharyanto, mengatakan Pasar Jatitengah dibangun menggunakan dana Rp1,7 miliar dari dana alokasi khusus (DAK).

Dia berharap para pedagang sudah memindahkan barang dagangan ke los darurat paling lambat pada pertengahan Juli supaya proses pembangunan pasar bisa segera dimulai. Pasar yang dihuni 206 pedagang itu akan dibangun sisi barat atau depan serta bagian utara.

Sebagian besar bangunan lama akan dibongkar. Hanya los di bagian timur yang tidak dibongkar karena masih layak pakai.

“Nanti permukaan pasar akan dipasangi paving. Bagian depan akan ditata supaya halaman lebih luas. Los sebelah timur masih bagus, tinggal penataan lingkungan saja,” ujar Tommy.