Waduk Pidekso Wonogiri Sudah Setengah Rampung, Tanggul Mulai Dibangun

Proyek pembangunan Waduk Pidekso, Giriwoyo, Wonogiri, Kamis (11/7/2019). (Solopos - Rudi Hartono)
11 Juli 2019 20:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Pembangunan Waduk Pidekso di Giriwoyo, Wonogiri, sudah setengah rampung. Progres pengerjaan proyek dari pemerintah pusat itu hingga Kamis (11/7/2019) sudah mencapai 56,70 persen.

Kini, pelaksana proyek sudah mulai membangun struktur utama tanggul bendungan. Kegiatan itu ditandai acara seremonial yang digelar Kamis di lokasi.

Acara yang diinisiasi Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) itu dihadiri Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Hari Suprayogi, Kepala BBWSBS, Charisal Akdian Manu, Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, dan pejabat lainnya dari berbagai unsur.

Kepala BBWSBS Charisal mengatakan proyek pembangunan bendungan terus dikerjakan sambil menyelesaikan pembebasan lahan. Hingga Kamis itu progres proyek mencapai 56,70 persen.

Konstruksi yang sudah terbangun meliputi saluran pengelak atau pengalih aliran sungai, jalan akses (progres 100 persen), dan bangunan pelimpah air (progres 80 persen).

Selanjutnya akan dikerjakan pembangunan tanggul bendungan yang rencananya sepanjang 387 meter, tinggi 44 meter (dari galian fondasi), dengan volume timbunan 1,5 juta m3. Proyek ditarget rampung 25 Desember 2021.

Waduk Pidekso diproyeksikan mampu menampung air sebanyak 25 juta m3 (luas genangan 209 ha), sehingga akan dapat mengairi lahan seluas 1.500 ha dan untuk air baku 300 m3/detik.

“Progres pembangunan positif. Dalam jangka waktu setahunan sudah mampu membangun spillway, as tanggul, saluran pengelak, akses jalan dan lainnya. Capaiannya sudah lebih dari separuh. Bukan tidak mungkin pekerjaan bisa selesai 2020 seperti diharapkan banyak pihak,” imbuh Charisal.

Sementara itu, Bupati Joko Sutopo bersyukur Wonogiri mendapatkan satu dari enam proyek strategis nasional dari pemerintah pusat. Dia meyakini Waduk Pidekso akan mampu menjadi solusi masalah pertanian dan kekeringan yang selama ini dihadapi warga wilayah selatan.