Kecelakaan di Jl Ahmad Yani Solo, Netizen: Tolong Penerangannya Ditambah

Mobil pikap yang mengalami kecelakaan di Jl Ahmad Yani Solo, Jumat (12/7/2 - 219). (Solopos/Tri Rahayu)
13 Juli 2019 17:00 WIB Chelin Indra Sushmita Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Kecelakaan tunggal yang dialami pengemudi pikap di ruas Jalan Ahmad Yani, Banjarsari, Solo, Jumat (12/7/2019), cukup membuat heboh. Mobil pikap yang dikemudikan Sela, 68, warga Ngemingan, Jebres, Solo,  itu menabrak pagar rumah warga sebelum terperosok ke selokan di ruas Jalan Ahmad Yani yang cukup gelap di malam hari.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, kondisi ruas Jalan Ahmad Yani di malam hari cukup gelap. Selain itu, kondisi jalan yang relatif sepi membuat sejumlah pengendara memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Sebagian pengendara seringkali lupa memperhatikan keselamatan dalam berkendara di malam hari, apalagi saat melintasi jalan yang minim penerangan.

Minimnya penerangan di Jalan Ahmad Yani Solo menjadi salah satu keluhan netizen. Mereka yang sering melintas meminta lampu penerangan di Jalan Ahmad Yani ditambah guna meminimalisasi kecelakaan. Permintaan itu disampaikan netizen pada kolom komentar akun Instagram @jelajahsolo yang membagikan video proses evakuasi pikap yang mengalami kecelakaan di Jalan Ahmad Yani Jumat malam.

Min, viralin jalur-jalur gelap dong biar ditindaklanjuti dinas terkait. Contohnya di jalan yang baru terjadi kecelakaan itu. Di Jalan Ring Road juga lampu remang-remang. Di Palur, Jalan Raya Solo-Sragen penerangan juga kurang,” komentar @kanaya_nitiwangi.

Iya, tolong itu kasih penerangan. Soalnya banyak jalan-jalan yang gelap kurang penerangan,” imbuh @serly6036.

Apalagi di seputar Bandara, Asrama Haji Donohudan, Jalan Adisucipto yang jadi wilayahnya Karanganyar dan Boyolali tidak ada perhatian,” sambung @elang_solo.

Nah bener, penerangan faktor utama pemicu kecelakaan,” lanjut @debbymustika_.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, kecelakaan yang dialami Sela terjadi Jumat malam sekitar pukul 20.30 WIB. Mobil pikap yang dikemudikan Sela dari arah barat menyenggol median jalan karena kehilangan kendali, kemudian menyerempet mobil lain hingga menabrak pagar rumah dan berakhir terperosok ke selokan di sisi selatan jalan.

Akibat kecelakaan tersebut, jalur dari arah Terminal Tirtonadi menuju ke Manahan dialihkan. Ada beberapa bus dan kendaraan besar yang terpaksa berhenti karena tidak bisa berputar. Satlantas Polresta Solo dibantu pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo melakukan proses evakuasi sekitar satu jam. Petugas juga dibantu warga sekitar mengeluarkan mobil pikap Isuzu Panther berpelat AD 1810 KH dari selokan.

Sementara itu, Sela dan anaknya, Wildon, 28, dilarikan ke Rumah Sakir dr. Oen Kandangsapi, Solo, untuk mendapatkan perawatan. Saat ini, Sela masih terbaring di ranjang IGD RS dr. Oen Kandangsapi karena kaki kanannya patah. Dia mengaku tidak mengingat apapun saat kecelakaan terjadi.

“Saya tidak tahu. Jalannya gelap. Saya tahunya jalan lurus tapi tahu-tahu sudah terperosok ke drainase. Saat mobil hantam pagar itu, kami berdua masih di dalam mobil. Kemudian kami dievakuasi dan dilarikan ke IGD ini,” ujar Sela.