Harga Cabai Rawit Hijau di Wonogiri Disebut Tertinggi Dalam Sejarah, Berapa?

Pekerja di kios sayuran lantai II Pasar Kota Wonogiri, Narti, menunggu pembeli, Jumat (12/7/2019). (Solopos - Rudi Hartono)
13 Juli 2019 05:00 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Harga cabai rawit hijau botol yang kerap dijadikan teman makan gorengan naik hingga mencapai Rp50.000/kg sejak sepekan lalu di pasar tradisional Wonogiri.

Pedagang menyebut harga itu merupakan harga tertinggi sepanjang sejarah di Wonogiri. Sebelumnya, harga tertinggi cabai berwarna hijau tua itu hanya Rp20.000/kg.

Pedagang sayuran di lantai II Pasar Kota Wonogiri, Surani, saat ditemui Solopos.com di kiosnya, Jumat (12/7/2019), menginformasikan baru kali ini cabai rawit hijau botol atau lombok lalapan mencapai harga Rp50.000/kg.

Dia mengaku selama bertahun-tahun berdagang sayuran di pasar tak pernah menjual dengan harga setinggi itu. “Biasanya harga tertingginya mentok Rp20.000/kg seperti pekan lalu. Saya kira waktu itu setelah Rp20.000/kg harga akan turun seperti biasanya. Ternyata malah naik secara bertahap, rata-rata naik Rp5.000/kg hingga sekarang ini mencapai Rp50.000/kg,” kata perempuan itu.

Dia melanjutkan harga semua jenis cabai merangkak naik secara bersamaan sejak lebih kurang sepekan lalu. Cabai rawit merah atau lombok sret pada Jumat mencapai Rp58.000/kg atau naik Rp23.000/kg dari sebelumnya Rp35.000/kg.

Seperti halnya cabai rawit hijau botol, harga cabai sret juga naik secara bertahap rata-rata Rp5.000/kg. Sementara itu, harga cabai merah besar hari itu tercatat Rp55.000/kg atau naik Rp30.000/kg dibanding sepekan sebelumnya yang masih Rp25.000/kg.

Cabai hijau besar naik Rp10.000/kg dari sebelumnya Rp15.000/kg menjadi Rp25.000/kg. “Kalau rawit hijau biasa sebelumnya hanya Rp8.000/kg sekarang menjadi Rp35.000/kg. Harga naik kemungkinan besar karena produksi di tingkat petani menurun. Di sisi lain permintaan tetap sama,” imbuh Surani.

Menurut dia kenaikan harga cabai selain cabai hijau botol tak setinggi beberapa tahun lalu. Saat itu harga cabai sret mencapai Rp100.000/kg. Meski demikian konsumen sekarang ini tetap saja mengeluh karena harga tiba-tiba naik.

Harga komoditas lain, seperti timun juga naik. Sebelumnya harganya hanya Rp3.000/kg, kini menjadi Rp8.000/kg. Sementara harga bawang putih dan merah hingga masih stabil.

Bawang putih kating tercatat Rp30.000/kg dan bawang putih sinco Rp28.000/kg. Bawang merah stabil di harga Rp20.000/kg. Pedagang lainnya, Katni, menjual cabai rawit hijau botol dengan harga yang sama seperti Surani.

Dia juga mengaku baru kali ini menjual seharga Rp50.000/kg. Cabai sret dijual dengan harga lebih tinggi dari yang dijual Surani, yakni Rp60.000/kg atau naik Rp20.000/kg dari sebelumnya Rp seharga Rp40.000/kg.

Cabai merah besar juga dijual seharga Rp60.000/kg naik Rp25.000/kg dari sebelumnya Rp35.000/kg. Sedangkan harga cabai hijau besar justru turun. Hari itu Katni menjualnya seharga Rp25.000/kg atau turun Rp5.000/kg dari sebelumnya Rp30.000/kg.

“Ladang sekarang sudah kering, jadinya hasil panen berkurang dari biasanya. Namun, permintaan konsumen tetap sama karena lombok termasuk kebutuhan pokok untuk memasak. Hukum pasar pun berlaku,” ulas Katni.