PPIH Embarkasi Solo Sita 500 Mililiter Madu Milik Calhaj

Petugas mendata barang-barang milik calhaj yang disita di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Minggu (14/7/2019). (Solopos - Iskandar)
14 Juli 2019 20:15 WIB Iskandar Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo menyita sejumlah barang bawaan jemaah calon haji (calhaj), Minggu (14/7/2019). Di antara barang itu ada madu sebanyak 500 mililiter (ml) yang dimasukkan jeriken plastik.

Barang-barang milik para calhaj yang disita saat berada di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, itu adalah barang yang dibawa dalam tas koper tentengan mereka.

Pantauan Solopos.com, ada beberapa macam barang yang disita petugas di antaranya gunting, silet untuk pencukur rambut, sampo dalam botol yang melebihi 100 ml, dan sebagainya.

Petugas sweeping PPIH Embarkasi Solo, Baihaqi, mengatakan calhaj juga dilarang membawa rokok lebih dari 200 batang. Jika lebih akan terkena denda 10.000 riyal Saudi.

“Dendanya cukup fantastis. Kalau satu riyal setara Rp4.000 maka denda yang harus dibayar sama dengan Rp40 juta,” kata dia saat memberi pemahaman kepada para calhaj di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali.

Salah seorang calhaj asal Palbapang, Kecamatan/Kabupaten Bantul, DIY, Sarwoko kecewa madu yang dia bawa dalam jeriken plastik sebanyak 500 mililiter disita.

“Saya memang tidak tahu ketentuannya, tapi tidak apa-apa besok saya ambil lagi setelah pulang dari Mekah,” ujar dia.

Pejabat Humas PPIH Embarkasi Solo, Agus Widagdo, mengatakan sweeping terhadap barang-barang calhaj dari kelompok terbang 24 asal Kabupaten Bantul, DIY, Minggu, merupakan prosedur rutin yang selalu dilakukan kepada para calhaj yang akan diterbangkan ke Tanah Suci.

Hal itu untuk ketertiban dan keamanan penerbangan. Menurut dia, hingga Minggu siang calhaj yang masuk Asrama Haji Donohudan tercatat 26 kelompok terbang atau 9.125 orang. Total yang diberangkatkan ke Tanah Suci sebanyak 23 kloter atau 8.238 orang.