Polisi Klaten Buru Alfarizi Bos PT Krishna Alam Sejahtera

Polisi berjaga di depan kantor PT Krishna Alam Sejahtera di Dukuh Kringinan, Desa Kajen, Kecamatan Ceper, Klaten, Sabtu (13/7/2019). (Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
14 Juli 2019 21:15 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Jajaran Polres Klaten hingga kini masih memburu bos PT Krishna Alam Sejahtera, Alfarizi, yang diduga telah menipu dan membawa lari uang investasi para mitra kerja perusahaan tersebut.

Kapolsek Ceper, AKP M. Ismail, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, mengaku sudah menerima laporan dari sejumlah mitra kerja yang menjadi korban penipuan investasi bodong di bidang pengeringan bahan jamu herbal dalam beberapa waktu terakhir.

Hingga sekarang, polisi masih perlu mendata jumlah korban penipuan yang dilakukan PT Krishna Alam Sejahtera. Jumlah keseluruhan kerugian material belum valid. Perwakilan mitra kerja yang ditunjuk masih mendata ulang kerugian tersebut.

"Insya Allah, Senin besok, mereka akan klarifikasi lagi ke polsek. Belum semua mengumpulkan dokumen dan masih ada penambahan [data],” katanya kepada Solopos.com, Minggu (14/7/2019).

Selain menunggu kelengkapan data yang dimiliki para mitra kerja PT Krishna Alam Sejahtera, lanjut Ismail, polisi mulai memburu bos PT Krishna Alam Sejahtera, Alfarizi. Perburuan itu dimulai dengan melacak keberadaan Alfarizi.

“Tim Resmob masih melacak. Semoga segera terlacak [keberadaan Alfarizi]. Informasi yang dapat kami sampaikan masih sebatas itu,” katanya.

Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Dikcy Hermansyah, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, mengatakan polisi sudah memperoleh beberapa bukti kuat dalam mengusut kasus investasi bodong di PT Krishna Alam Sejahtera.

Selain memperoleh keterangan saksi pelapor alias mitra kerja, polisi juga sudah menyita sejumlah dokumen dan barang bukti lainnya di kantor PT Krishna Alam Sejahtera di RT 001/RW 004, Kringinan, Kajen, Ceper.

“Melihat kasusnya, kami langsung melakukan penyidikan. Jumlah saksi yang diperiksa kurang lebih 10 orang. Saksi yang diperiksa dari pelapor dan pengurus perusahaan. Para saksi itu tidak mengetahui keberadaan Alfarizi [bos PT Krishna Alam Sejahtera],” katanya.

Sebagaimana diketahui, jumlah korban penipuan investasi bodong oleh PT Krishna Alam Sejahtera mencapai 1.800-an orang. Kerugian yang dialami mitra kerja PT Krishna Alam Sejahtera berkisar Rp8 juta-Rp1 miliar per orang.