Bupati Klaten Sebut Cara Kerja PT Krishna Alam Sejahtera Enggak Sesuai Nalar

Bupati Klaten Sri Mulyani (tengah) mengecek lokasi terdampak tol Solo-Jogja, Selasa (9/7 - 2019). (Istimewa)
14 Juli 2019 19:15 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengaku prihatin dengan warganya yang menjadi korban penipuan investasi bodong oleh PT Krishna Alam Sejahtera di Kringinan, Kajen, Ceper.

Dia meminta warganya agar ekstra hati-hati dalam berinvestasi. Mulyani juga berharap uang milik mitra kerja PT Krishna Alam Sejahtera dapat kembali.

Di sisi lain, Sri Mulyani, menyebut masyarakat tak perlu mempercayai model investasi yang menjanjikan keuntungan berlipat dengan beban kerja relatif ringan.

“Setahu saya, perusahaan itu [PT Krishna Alam Sejahtera] tidak ada izinnya. Bagi saya, perusahaan seperti itu memang enggak nalar. Saya turut prihatin dengan banyaknya warga yang tertipu dalam bisnis itu. Semoga duit para mitra kerja itu bisa kembali,” katanya, , Minggu (14/7/2019).

Hal senada dijelaskan Kepala Desa (Kades) Kajen, Joko Purnomo. Pemerintah Desa (Pemdes) Kajen belum pernah memberikan surat pengantar terkait pengurusan izin beroperasinya PT Krishna Alam Sejahtera di RT 001/RW 004, Kringinan, Kajen, Ceper.

“Proses pengurusan izinnya tidak dari sini. Meski seperti itu, saya tak bisa melarang kegiatan di sana. Model perusahaannya itu kan menggunakan sistem mitra. Terlebih, banyak yang percaya dengan model bisnis itu. Jangankan warga di daerah lain, warga saya saja juga ada yang tertipu. Jumlahnya 40 orang-50 orang. Memang saya sempat memperingatkan mereka kalau itu bisnis tipu-tipu, tapi mereka tidak percaya. Justru ada yang membenci saya,” katanya.

Joko Purnomo mengatakan pernah bertemu dengan Alfarizi dua kali. Di antara pertemuan itu membahas keinginan Alfarizi yang pindah domisili ke Kajen. Alfarizi merupakan pria kelahiran Jogja yang berdomisili di Harapan Jaya, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jabar. Istrinya bernama Fitriyogi Rahmaningsih. Dari pernikahannya tersebut, Alfarizi memiliki satu anak.

“Saat mengobrol dengan saya itu, memang ada yang janggal. Di hadapan saya, Alfarizi mengutarakan ingin mendirikan perusahaan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan ingin menciptakan walisongo. Tujuan yang pertama itu, saya cukup paham. Tapi, tujuan yang kedua saya tidak paham maksudnya,” katanya.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, kantor PT Krishna Alam Sejahtera di Kringinan, Kajen, Ceper masih dipasangi garis polisi. Polisi juga rutin patroli di lokasi tersebut.

“Situasinya kondusif. Saat ini relatif tidak ada kerumunan massa seperti beberapa waktu lalu. Selain di sini [kantor Krishna Alam Sejahtera], garis polisi juga dipasang di gudang PT Krishna Alam Sejahtera yang tak jauh dari sini. Tapi, fokus pemantauan berada di kantor utama. Soalnya yang menjadi sasaran massa itu di kantor utama,” kata seorang polisi yang enggan disebutkan namanya.