Cabai Rawit di Sragen Tembus Rp65.000/Kg, Pembeli Beralih ke Cabai Kering

Pedagang cabai di Pasar Bunder Sragen, Senin (15/7/2019). (Solopos - Tri Rahayu)
16 Juli 2019 06:00 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Harga cabai rawit serat di pasar tradisional Sragen meroket hingga Rp5.000 dalam sehari. Harga cabai rawit serat yang pada Minggu (14/7/2019) masih Rp60.000/kg naik menjadi Rp65.000/kg pada Senin (15/7/2019).

Melambungnya harga cabai rawit serat tersebut disebabkan minimnya stok barang karena petani cabai mengalami gagal panen pada musim kemarau ini. Seorang pedagang di Pasar Bunder Sragen, Warti, 32, saat berbincang dengan wartawan, Senin siang, mengakui harga cabai rawit serat naik hampir setiap hari.

Warti yang tinggal di Kampung Taman Sari RT 015/RW 041, Kelurahan Kroyo, Karangmalang, Sragen, mengatakan kenaikan harga yang cukup siginifikan terjadi pada awal Juli lalu. Pada awal Juli itu harga cabai rawit serat yang semula Rp25.000/kg naik menjadi Rp30.000/kg.

Harga terus naik hampir setiap hari hingga sekarang tembus di harga Rp65.000/kg. Harga cabai lainnya juga naik. Cabai besar merah naik dari Rp25.000/kg menjadi Rp40.000/kg, cabai keriting merah juga naik dari Rp35.000/kg menjadi Rp60.000/kg, cabai rawit putih naik dari Rp30.000/kg menjadi Rp40.000/kg.

"Kenaikan itu terjadi karena tidak ada barang. Petani gagal panen karena kesulitan mendapat air untuk tanaman cabai mereka,” ujarnya.

Pedagang cabai lainnya di pasar yang sama, Triyono, 43, asal Talangrejo, Kroyo, Karangmalang, Sragen, juga menjual cabai rawit serat dengan harga Rp65.000/kg pada Senin. Dia mengatakan harga per Minggu masih Rp60.000/kg dan per Sabtu (13/7/2019) masih Rp58.000/kg.

Demikian pula harga cabai rawit putih, ujar dia, juga mengalami kenaikan dari Rp38.000/kg menjadi Rp44.000/kg. Harga cabai rawit hijau juga tinggi mencapai Rp60.000/kg. Padahal sebelumnya Rp50.000/kg.

Penyebab naiknya harga cabai karena banyak tanaman cabai yang mati pada musim kemarau ini. "Kami kulakan cabai justru dari Madura untuk cabai rawit putih dan cabai rawit serat didapat dari Magelang,” ujarnya.

Triyono maupun Warti mengatakan daya beli masyarakat turun karena harga mahal. Triyono menyampaikan dengan mahalnya harga cabai membuat banyak pedagang beralih ke cabai kering yang harganya relatif lebih rendah.

Pedagang cabai kering, Marni, 40, asal Newung, Sukodono, Sragen, mengaku animo warga membeli cabai kering meningkat sejak harga cabai basah naik. Marni mengatakan dalam sehari biasanya dia menjual 1 kg cabai kering, namun belakangan ia bisa menjual 10 kg.

Harga cabai kering pun ikut naik, yakni dari Rp40.000/kg menjadi Rp42.000/kg. Pedagang cabai kering lainnya, Lita, 45, mengatakan naiknya harga cabai basah membuat permintaan cabai kering meningkat.

Lita yang asal Sragendok, Sragen Wetan, itu bisa menjual 50 kg per hari padahal pada hari-hari sebelumnya hanya laku 30 kg. “Cabai kering ini merupakan cabai impor. Harganya tergantung kualitas. Kalau yang kualitas super harganya Rp40.000/kg kalau yang biasa Rp20.000/kg,” tambahnya.