Guru SD dan SMP di Boyolali Antusias Bikin Marimas Ecobricks

Guru SD dan SMP di Boyolali mengikuti Festival Marimas Ecobricks di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali, Rabu (17/7 - 2019).
17 Juli 2019 20:40 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—Ratusan guru SD dan SMP di Boyolali antusias mengikuti Festival Marimas Ecobricks di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali, Rabu (17/7/2019).

Kegiatan ini diselenggarakan PT Marimas Putera Kencana yang memproduksi Marimas bekerja sama dengan Disdikbud Boyolali.

Para guru dari berbagai daerah di Boyolali ini mengikuti dengan seksama pemberian materi tentang bahaya limbah plastik, pengelolaan, dan pemanfaatan limbah plastik melalui ecobricks, yang disampaikan oleh pihak Marimas.

Marimas Ecobricks adalah sebuah seni mengelola plastik dengan cara memasukkan dan memadatkannya dalam botol plastik, misalnya botol bekas air minum dalam kemasan.

Sebelumnya, plastik-plastik tersebut terlebih dahulu dipotong-potong dengan gunting agar mudah dimasukkan ke dalam botol. Modul ini kemudian dirangkai menjadi modul yang selanjutnya dirakit menjadi kursi, meja, dan sebagainya. Perakitan modul ini juga cukup mudah karena hanya direkatkan satu sama lain menggunakan lem kaca.

Sebagian peserta mengatakan kegiatan semacam ini sangat bermanfaat. Selain akan mengurangi sampah plastik yang terbuang, masyarakat juga akan terpacu kreativitasnya untuk membuat berbagai perabotan dari bahan tersebut.

Salah satu peserta, Kustina, mengaku belum pernah mengikuti kegiatan semacam ini, sehingga pelatihan kilat tersebut memberi pengalaman baru baginya.

“Saya belum pernah ikut kegiatan seperti ini. Ternyata asyik dan sangat bermanfaat untuk mengurangi sampah yang terbuang, karena sampah bisa dimanfaatkan dalam bentuk lain,” ujar guru SDN Banjarsari, Kecamatan Teras, Boyolali ini.

Peserta lainnya, Tri Mulatsih, guru SDN 8 Boyolali Kota, mengatakan keterampilan ini tak hanya akan ditularkan kepada murid-murid, tetapi juga kepada komunitas lain seperti ibu-ibu PKK. “Ini baik untuk diajarkan kepada anak-anak dan juga baik untuk bekal keterampilan ibu-ibu PKK,” ujarnya.

Selain itu, modul plastik ini juga bagus dikreasikan menjadi bentuk lain, tidak hanya bentuk perabot rumah, tetapi juga bentuk perabotan lainnya.

Kepala Disdikbud Boyolali Darmanto mengapresiasi kegiatan PT Marimas Putera Kencana tersebut. Menurutnya, bekal keterampilan yang sejalan dengan semangat menjaga lingkungan tersebut dapat ditularkan kepada murid-murid di sekolah.

Disiplin

“Saya sangat mengapresiasi. Selain akan mengurangi sampah, pelatihan pemanfaatan plastik ini juga akan mendorong para siswa untuk berkreasi,” ujarnya di sela-sela acara.

Dia menambahkan, perilaku masyarakat dalam memperlakukan atau pemanfaatan sampah mencerminkan kedisiplinan dalam kehidupannya.

Pemanfaatan sampah ini juga merupakan bagian dari upaya mendisplinkan murid-murid melalui para guru. “Kalau orang suka buang sampah sembarangan, sudah bisa ditebak kedisiplinannya. Nah ini adalah upaya mendidik anak supaya disiplin,” kata dia.

Pejabat Humas PT Marimas Putera Kencana, Lantip Waspodo, mengatakan kegiatan serupa sudah dilakukan di Sukoharjo, bekerja sama dengan Disdikbud setempat.

Menurutnya, Marimas Ecobricks sebenarnya mulai dikenalkan sejak akhir 2017 lalu dan hingga kini terus disosialisasikan kepada masyarakat.

CSR

"Pelatihan ecobricks ini terus kami lakukan kepada masyarakat umum. Tapi kali ini kami ingin menyasar ke sekolah-sekolah melalui para guru,” ujarnya di sela-sela acara.

Kegiatan ini merupakan bentuk corporate social responsibility (CSR) atau tanggung jawab perusahaannya yang mengemas produknya menggunakan plastik ini. Pihaknya menyadari perlunya edukasi masyarakat untuk ikut peduli terhadap sampah plastik.

Jika limbah plastik ini tidak dikelola secara baik akan bisa berakibat buruk terhadap lingkungan karena plastik sulit terurai.

Dengan mengelola sampah plastik secara sederhana, mudah, ringkas dan tanpa biaya besar ini diharapkan semua orang dapat melakukannya.