Keraton Solo Kini Punya 19 Kerbau Bule Kyai Slamet

Kerbau bule diarak saat kirab malam 1 Sura yang diselenggarakan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat di Jl. Mayor Kusmanto, Solo, Kamis (21/9 - 2017) malam. (Solopos / M. Ferri Setiawan)
18 Juli 2019 08:30 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Keluarga kerbau bule keturunan Kyai Slamet milik Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat bertambah dua ekor dalam tiga bulan terakhir.

Satu anakan hewan klangenan Keraton Solo itu baru saja lahir pada Selasa (16/7/2019) siang sekitar pukul 12.00 WIB. Kerbau itu berjenis betina dan diberi nama Nyai Sela.

Nyai Sela lahir dari indukan bernama Nyai Paing. Sebelumnya pada Jumat (3/5/2019) pagi, anakan betina lain juga lahir dari indukan yang berbeda. Anak dari Nyai Ngatmini itu diberi nama Nyai Jumi.

Pengelola Alun-alun Selatan dan Kerbau Kyai Slamet, K.R.M.H. Aditya Soerya Herbanu, mengatakan nama bayi kerbau itu diberikan oleh Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton, G.K.R. Wandansari Koes Moertiyah [Gusti Moeng],” kata dia kepada Solopos.com, Rabu (17/7/2019).

Dengan lahirrnya dua anakan itu, keturunan kerbau yang rutin dikirab pada malam 1 Sura itu bertambah menjadi 19 ekor. Sampai saat ini pengelolaan kerbau-kerbau albino tersebut masih di bawah naungan LDA.

Perawatan dan pemeliharaan seperti kebutuhan untuk pakan merupakan hasil iuran dari sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di Alun-alun Selatan. Per hari mereka patungan senilai Rp2.000-Rp3.000 tiap PKL.

“Hasil tarikan mayoritas untuk pakan harian yang lumayan. Tapi yang cukup besar untuk mengganti pilar kandang mahesa [sebutan lain kerbau]. Pilar dari kayu tidak tahan 10 tahun sehingga harus revitalisasi, Tumpuan kosot [gesekan] kayu glugu tidak cukup kuat. Sampat saat ini pembenahan masih berjalan,” jelasnya.