Solopos Hari Ini: Al Farizi Dibekuk, Mitra Tuntut Uang Kembali

Harian Umum Solopos edisi Kamis (18/7 - 2019).
18 Juli 2019 10:40 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Direktur PT Krishna Alam Sejahtera, Al Farizi, ditangkap aparat Polres Klaten di Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar). Mitra yang menjadi korban dugaan penipuan investasi di bidang herbal itu menuntut pengembalian uang mereka.

Berdasarkan pantauan Espos, tim Jatanras membawa Al Farizi ke Mapolres Klaten, menggunakan mobil berwarna hitam, Rabu (17/7/2019) pukul 09.50 WIB. Keluar dari mobil, polisi membawa Al Farizi ke ruang kerja Kapolres.

Kabar mengenai penangkapan bos PT Krishna Alam Sejahtera itu menjadi headline di Harian Umum Solopos edisi hari ini, Kamis (18/7/2019). Berita tersebut bisa dibaca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Selain itu, di halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga terdapat kabar penganiayaan anak yang dilakukan ibu di Boyolali. Sang ibu tega menganiaya anaknya hingga meninggal dunia.

Aniaya Anak, Ibu Jadi Tersangka

Siti Wakidah, 30, ibunda Fadli Fabian Saputra, 6, bocah laki-laki yang meninggal beberapa hari lalu, ditetapkan sebagai tersangka penganiaya anak. Kekerasan yang dilakukan Siti Wakidah kepada Fadli dilakukan beberapa kali.

Hal itu bermula Siti merasa jengkel saat Fadli rewel. Siti yang tinggal di Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, itu memukul dan mencubit tubuh Fadli dan membenturkan kepala Fadli ke lemari kayu.

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada ulasan mengenai penyebab pernikahan dini. Ada pula ulasan mengenai tingginya harga cabai yang mencapai Rp80.000/kg.

Pornografi Salah Satu Sebab Pernikahan Dini

Konten pornografi di Internet yang diakses anak-anak menjadi salah satu penyebab pernikahan dini di Kabupaten Sukoharjo. Pada semester I/2019 di Kabupaten Sukoharjo terjadi 31 pernikahan anak di bawah umur. Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sukoharjo mencatat 31 pernikahan anak itu selama semester I/2019.

Tingginya kasus pernikahan anak di Kabupaten Sukoharjo disebakan efek penggunaan gadget terhubung Internet yang sangat bebas dan perceraian orang tua. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sukoharjo, Proboningsih Dwi Danarti, mengatakan pernikahan usia dini itu terdata berdasar permintaan dispensasi menikah di Pengadilan Agama Kabupaten Sukoharjo.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Harga Cabai Tembus Rp80.000/Kg

Harga cabai rawit merah di pasaran meroket dalam beberapa pekan terakhir. Pada Rabu (17/7/2019), harga cabai di Karanganyar mencapai Rp80.000/kilogram. Seorang pedagang sayur di Pasar Nglano, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar, Luluk, 48, menjelaskan harga cabai rawit merah naik Rp4.000 hingga Rp8.000 per hari dalam beberapa hari terakhir.

Gara-gara kenaikan harga itu, penjualan cabai menurun. "Sejak pekan lalu ada penurunan penjualan cabai. Pembeli yang biasa membeli setengah kilogram, kini membeli dua ons. Biasanya saya menjual empat kilogram cabai. Sejak harga cabai naik signifikan saya hanya bisa menjual tiga kilogram cabai rawit merah per hari," kata dia kepada Espos di Pasar Nglano.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.