Ketua DPD PAN Sukoharjo Bicara Peluang Usung Wiwaha di Pilkada 2020

ilustrasi pemilu. (Solopos/Whisnu Paksa)
18 Juli 2019 07:30 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Partai Amanat Nasional (PAN) disebut-sebut sebagai salah satu dari tiga partai politik (parpol) yang melakukan pendekatan kepada Sukoharjo Wiwaha Aji Santoso untuk diusung sebagai calon bupati/wakil bupati pada Pilkada 2020 mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD PAN Sukoharjo, Sunoto, mengaku belum bertemu langsung dengan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo tersebut.

Karenanya dia pun belum mengetahui secara pasti kesiapan Wiwaha untuk maju sebagai cabup-cawabup pada pilkada. Dia ingin memastikan kesiapan Wiwaha sebagai kandidat yang siap bertarung dengan kandidat lainnya.

Di sisi lain, PAN masih melakukan komunikasi politik untuk membangun koalisi partai politik agar bisa mengusung cabup-cawabup. Pernyataan ini disampaikan Sunoto saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu (17/7/2019).

Sunoto tak memungkiri PAN lahir dari organisasi kemasyarakatan (ormas) Muhammadiyah. Mayoritas kader dan simpatisan PAN merupakan kader Muhammadiyah.

“PAN tak bisa jauh-jauh dari Muhammadiyah. Jika ada kader Muhammadiyah yang memiliki kemampuan dan integritas tinggi, tentu saja kami sokong,” kata dia.

Wakil Ketua DPRD Sukoharjo ini mengungkapkan bakal menganalisis peta politik termasuk kelebihan dan kekurangan para tokoh potensial untuk diusung sebagai cabup-cawabup. Hal ini menjadi referensi agar mampu mendulang suara terbanyak saat pemungutan suara.

“Kami hanya memiliki lima kursi di parlemen. Artinya, kami harus berkoalisi dengan partai lain untuk mengusung cabup-cawabup. Syarat jumlah kursi gabungan parpol yang bisa mengusung kandidat sebanyak sembilan kursi,” ujar dia.

Lebih jauh, Sunoto menyampaikan figur Wiwaha yang sederhana, memiliki jiwa kepemimpinan dan santun menarik simpati kalangan masyarakat akar rumput atau grassroot. Tak mengherankan jika beberapa parpol melirik dia dan melakukan komunikasi politik dengan Wiwaha.

Sunoto bakal menyampaikan aspirasi para kader partai ihwal cabup-cawabup yang akan diusung pada pilkada ke pengurus DPP PAN. “Tingkat popularitas Pak Wiwaha sangat tinggi. Hal ini disokong para kader Muhammadiyah di setiap desa/kelurahan di 12 kecamatan se-Sukoharjo. Apa pun itu masih bersifat dinamis dan bisa berubah setiap saat,” papar Sunoto.

Sebelumnya, Wiwaha telah menyiapkan diri untuk maju pada Pilkada Sukoharjo. Tiga parpol dikabarkan mendekati Wiwaha yakni PAN, PKS, dan PPP.

Figur Wiwaha yang menjadi pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dan Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sukoharjo menjadi magnet parpol.

Warga Desa Mulur, Kecamatan Bendosari ini menyatakan siap bertarung dengan kandidat lain pada pesta demokrasi terbesar di Sukoharjo. Dorongan dan permintaan masyarakat akar rumput agar dirinya ikut berpartisipasi dalam pilkada cukup tinggi.

“Opsi terakhir maju lewat jalur independen. Sudah ada sekitar 3.000 fotokopi kartu tanda penduduk warga yang berhak milih di wilayah Bendosari,” kata Wiwaha.