Calon Haji Pekalongan Meninggal di Embarkasi Donohudan Solo

Petugas mendata barang-barang milik calhaj yang disita di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Minggu (14/7/2019). (Solopos - Iskandar)
20 Juli 2019 13:00 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Solo Share :

Solopos.com, BOYOLALI – Seorang jemaah calon haji asal Desa Wonosari, RT 006/ RW 003 Kabupaten Pekalongan, Susanto Harjo Pranoto, 65, meninggal dunia, Sabtu (20/7/2019) dini hari sekitar pukul 01.40 WIB. Susanto meninggal di embarkasi haji Donohudan sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci. Jemaah calon haji ini meninggal karena penyakit jantung.

Jemaah asal Kabupaten Pekalongan masuk ke asrama haji pada Jumat (19/7/2019) dan akan mulai diberangkatkan dalam tiga kloter mulai Sabtu dini hari. “Karena meninggal sebelum keberangkatan, jenazah akan dipulangkan dan dimakamkan di tempat asalnya,” ujar Humas Embarkasi Donohudan, Agus Widakdo.

Susanto menjadi jemaah calon haji ketiga yang meninggal dunia. Sebelumnya jemaah asal Kabupaten Blora, Sumiyatun, dan jemaah asal Kabupaten Karanganyar, Mudjahid Damanhuri juga meninggal karena penyakit jantung. Sumiyatun meninggal di pesawat saat perjalanan menuju Mekah sementara Mudjahid meninggal setelah tiba di Jedah.

Sementara itu, hingga Sabtu siang, delapan orang jemaah calon haji batal diberangkatkan karena kondisi sakit. Tiga di antaranya dirawat di RS Moewardi sementara lima yang lain menjalani observasi di klinik embarkasi. Jemaah berasal dari beberapa daerah seperti Kabupaten Kebumen, Kabupaten Batang, dan Kota Tegal. Mereka didiagnosis sejumlah penyakit seperti anemia, jantung, dan diabetes.

Agus menambahkan untuk jemaah calon haji yang batal berangkat karena alasan kondisi kesehatan bakal melakukan penerbangan susulan dengan kloter sesudahnya. “Dengan catatan kondisi kesehatan cukup membaik, masih ada sisa seat di penerbangan setelahnya, dan masih dalam masa pemberangkatan,” ujarnya.